Pengamat: Prospek PGE Sangat Baik Setelah Masuk Bursa Saham

Jumat, 24 Februari 2023 – 19:26 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Foto dok PGE

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Center for Energy Policy M Kholid Syeirazi menilai positif listing perdana PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), pada Jumat (24/2).

Kholid optimistis mengenai masa depan bisnis PGE, termasuk pergerakan saham di lantai bursa.

BACA JUGA: IPO Langkah Strategis Bagi Pertamina Geothermal Energy

“Optimis, prospek bisnis panas bumi kan memang sangat menjanjikan. Terutama karena ke depan, semua pihak akan semakin fokus dengan energi baru dan terbarukan yang jauh lebih bersih,” ujar Kholid.

Di sisi lain Kholid juga yakin pengelolaan dan kinerja PGE pun, ke depan juga semakin meningkat.

BACA JUGA: Produksi Paraffin Wax Dalam Negeri, Pertamina Patra Niaga Gandeng Kirana Mitraabadi

Sebab, emiten memang dituntut untuk menjalankan tata kelola perusahaan dengan baik, termasuk menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Pengelolaan perusahaan akan transparan dan ini akan menjadi benchmark bagi BUMN-BUMN lain dalam tata kelola perusahaan yang baik," kata Kholid melalui telepon hari ini 

BACA JUGA: Ganjar Dorong Konservasi Hutan di Daerah Aliran Sungai untuk Mencegah Banjir

Masuknya PGE ke lantai bursa memang membawa banyak manfaat. Selain peningkatan tata kelola dan kinerja, perusahaan juga memperoleh pendanaan tanpa kewajiban pengembalian.

Dana tersebut sangat diperlukan, untuk pembiayaan bauran energi, yang saat ini kapasitasnya masih 2-3% secara nasional. Dana tersebut sangat dibutuhkan, karena pengembangan energi panas bumi membutuhkan biaya sangat besar.

Sebaga contoh, saat ini PGE tengah mengikuti lelang di dua wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi. Upaya tersebut, tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat.

Dengan IPO, lanjutnya, diharapkan bisa berdampak pada struktur permodalan  sehingga PGE menjadi pemain utama dalam produksi uap dan listrik bersumber dari panas bumi di Tanah Air.

"Pinjam uang ke bank atau lembaga keuangan bunganya pasti tinggi. IPO cara terbaik untuk penambahan permodalan," terang Kholid.

IPO juga selaras dengan rencana pemerintah untuk menambah pasokan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7 GW pada 2030.

Pasalnya, bauran EBT pembangkit, saat ini masih pada kisaran 14.1%. Masih jauh dari target sebesar 23%.

Ditinjau dari sejumlah aspek, memang tidak ada yang harus dikhawatirkan dengan IPO PGE ini, seperti aspek tata kelola, investasi, bahkan termasuk aspek legalitas dan konstitusi.

Semua sudah dipenuhi. 

"Terlebih Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menyatakan bahwa saham anak/cucu BUMN boleh dijual," sebut Kholid.

Nah, dengan pelepasan saham sebesar 25%, menurut Kholid juga sama sekali tidak mengubah penguasaan saham Pertamina terhadap pengelolaan perusahaan.

Sebagai pemegang saham mayoritas, Pertamina sebagai perusahaan induk tetap menguasai manajemen.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler