Pengamat: Zulhas Kesulitan Mempertahankan Kursi Ketum PAN

Rabu, 15 Januari 2020 – 12:17 WIB
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan akan kesulitan mempertahankan kursinya di kongres PAN. Selain meninggalkan Amien Rais, eks Ketua MPR itu juga dinilai gagal memimpin partai.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai figur Amien Rais dalam kongres PAN masih sangat kuat. Terbukti dari setiap kongres, dukungan Amien Rais terhadap salah satu calon merupakan energi untuk kemenangan kandidat.

BACA JUGA: PAN Butuh Pemimpin yang Punya Kemampuan Teknis Mengurus Partai

"Ingat waktu pemilihan ketum PAN lima tahun lalu. Terjadi pertarungan antara Zulhas dengan Hatta Radjasa. Dan yang menang Zulhas karena di-back up Amiem Rais. Suara dan perintah Amien Rais masih diikuti oleh para kader PAN," kata Ujang kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, dukungan Amien Rais di Kongres memiliki pengaruh besar terhadap kandidat. Siapa pun kandidat yang didukung Amien maka akan berpeluang meraih kemenangan.

BACA JUGA: Mulfachri: Perusak Demokrasi Harus Hengkang dari PAN

“Kalau Zulhas meninggalkan Amien Rais dalam kongres nanti, kecil kemungkinannya Zulhas kembali menang," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai Zulkifli Hasan gagal meningkatkan kursi PAN di Senayan. Bahkan, saat ini posisi PAN hanya menempati urutan 8 dari 9 partai di DPR.

BACA JUGA: Jumlah Suara PAN di Pemilu Jeblok, Zulkifli Hasan Masih Dipertahankan jadi Ketum?

"Tolok ukur keberhasilan seorang memimpin partai bisa dilihat dari perolehan suara partai, kalau kita buat ukuran itu bisa saja. Tetapi kan belum tentu ukuran yang kita buat itu adalah ukuran orang-orang partainya," kata Ray Rangkuti.

Diketahui, kursi PAN di Senayan menurun empat. Dari 48 menjadi 44. Hal ini juga sekaligus menempatkan PAN di DPR di posisi bontot. Nomor delapan dari sembilan partai yang ada di Senayan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler