Pengetatan Arus Balik Dua Lapis, Anies: Masuk Tempat Wisata harus Punya KTP DKI Jakarta

Jumat, 14 Mei 2021 – 12:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers terkait pengetatan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/5/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

jpnn.com, JAKARTA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta melakukan dua lapis pengetatan arus balik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah hingga akhir Mei.

"Lapis pertama adalah sebelum memasuki kawasan Jakarta, lapis kedua ketika sudah sampai di Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (14/5).

BACA JUGA: Banyak TPU Membangkang Larangan Ziarah Makam, Gilbert Simanjuntak Minta Anies Baswedan Tegas

Anies mengatakan antisipasi arus balik sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Jumat (14/5) sampai Minggu (16/5) nanti.

Pemprov melarang warga dari luar Jakarta memasuki tempat-tempat wisata yang ada di ibu kota.

BACA JUGA: Saat Salat Id, Anies Kenakan Selempang dengan Motif Batik Berbendera Palestina dan Merah Putih

"Kalau mau berwisata di DKI Jakarta harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta mulai hari ini sampai Minggu besok," ujar Anies.

Dia menambahkan setiap perjalanan baik dalam maupun luar negeri di luar Jakarta yang masuk ke kantung komunitas-komunitas, baik ke kampung atau kompleknya harus didata.

BACA JUGA: Anies Baswedan: Anda Adalah Pejuang dalam Pertempuran Melawan Covid-19

"Para ketua RT, ketua RW, Gugus Tugas akan mendata siapa saja yang baru kembali dan kondisinya. Lalu dilakukan juga pemeriksaan (tes) Covid-19," ucap Anies.

Tujuannya, kata dia, untuk mendeteksi dini agar setiap kampung atau komplek yang ada di DKI Jakarta tidak menjadi rawan terpapar Covid-19.

"Karena kami tidak ingin ada kampung yang masuk zona merah lagi di Jakarta. Bila ditemukan positif, maka dia akan mengikuti program isolasi, baik itu isolasi di hotel atau isolasi di Wisma Atlet," tutur Anies.

Dia menjelaskan skrining di lapis pertama ada di pintu-pintu masuk menuju Jakarta.

"Ini akan dilakukan skrining terhadap yang memasuki Jakarta, Kalau kendaraan pribadi, skrining acak (random) bagi mereka yang masuk," katanya.

Kedua, lanjut Anies, kendaraan umum, udara, laut, kereta api, memang sudah dilakukan skrining antigen sebelum berangkat.

"Sehingga kami bisa deteksi secara lebih baik jika ada warga yang masuk kawasan Jakarta dan bergejala dan berpotensi membawa Covid-19," ungkap Anies.

Lapis kedua adalah di komunitas. Anies menjelaskan Gugus Tugas RT/ RW akan berkoordinasi dengan jajaran camat, lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa bersama-sama melakukan pendataan atas warga yang masuk ke wilayah itu.

"Jadi ketua RT, ketua RW, Gugus Tugasnya akan melakukan monitoring sehingga seluruh warga yang datang akan dilakukan pemantauan, dicek kondisinya, dipastikan bahwa yang bersangkutan sehat, yang bersangkutan tidak bergejala. Dan akan dilakukan tes rapid antigen," kata Anies.

Dia meminta para Gugus Tugas RT dan RW untuk melakukan pelaporan dua kali sehari atas kondisi warga di wilayahnya. (antara/jpnn)

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler