Penghargaan untuk Fadli dan Fahri Menuai Sorotan, Begini Respons Anis Matta

Jumat, 14 Agustus 2020 – 16:58 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta. Foto: Fathra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta berharap, semua pihak bisa belajar memisahkan antara negara dan pemerintahan. Antara kehidupan bernegara dan kehidupan berpolitik.

Menurut dia, pemerintahan silih berganti. Sementara itu negara tetap ada.

BACA JUGA: Setelah Fahri Hamzah dan Fadli Zon Dapat Bintang Kehormatan dari Jokowi, Apa Keistimewaannya?

Kemudian, kehidupan politik penuh kompetisi, tetapi kehidupan bernegara butuh kolaborasi untuk kebaikan bersama.

Hal itu diungkapkan Anis, mengomentari pemberian bintang penghargaan bagi Wakil Ketua Umum Gelora Indonesia Fahri Hamzah dan Politikus Gerindra Fadli Zon, yang belakangan menuai sorotan tajam.

BACA JUGA: Detik-Detik Drama Menegangkan Begal Sadis Tembak Kanit Pidum Polres OKI

"Kritik adalah bentuk pertanggungjawaban warga negara. Apalagi, Fahri dan Fadli pernah mendapat amanah mewakili rakyat di DPR dan menjadi Pimpinan DPR," kata Anis dalam keterangan resminya, Sabtu (14/8).

Anis berpandangan, negara dan demokrasi hanya bisa tegak berdiri ketika pengontrol kuat. Salah satu kontrol dilakukan melalui kritik.

BACA JUGA: Pemerintah Akui Gelora, Anis Matta Temui Jokowi di Istana

"Hal ini adalah pelajaran penting tentang kedewasaan politik dan bernegara," kata Anis.

Lebih lanjut, dia pun menegaskan, pemberian penghargaan kepada Fahri dan Fadli bukanlah sogokan dari Presiden Jokowi.

Terutama, untuk menjadikan Fahri dan Fadli tidak bersikap kritis lagi kepada pemerintah.  

"Itu bukan sogokan untuk diam. Itu apresiasi presiden atas pengabdian beliau," tegas Anis.

Penghargaan tesebut, lanjut Anies, diberikan bukan semata-mata sikap kritis Fahri dan Fadli.

Dua tokoh dinilai memiliki kenegarawanan dalam menyikapi kebijakan, sehingga bisa mendapatkan penghargaan.

"Sikap kritis itu, tanggung jawab sebagai warga negara kepada bangsa dan manusia kepada Allah. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan penghargaan. Beliau itu negarawan, tahu apa yang harus dilakukan kepada negara," beber dia.

Sebagai Ketua Umum Partai Gelora, Anis pun menegaskan tidak akan melarang Fahri untuk tetap menjaga sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

"Insyaallah enggak akan larang,” lanjut dia.

Tidak lupa, Anis mengucapkan selamat secara khusus kepada Fahri dan Fadli setelah mendapatkan penghargaan berupa Bintang Mahaputra Nararya.

"Secara khusus saya ingin memberi selamat pada sahabat saya @fahrihamzah dan @fadlizon. Tak sedikit yang bertanya, tukang kritik kok diberi Bintang Jasa?" kata Anis.

Selain ucapan selamat kepada Fahri dan Fadli, Anis juga mendoakan tenaga medis yang menjadi korban selama menangani pandemi Covid-19.

Diketahui, para tenaga medis yang menjadi korban mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi yang diwakilkan oleh ahli warisnya.

"Mari berdoa agar seluruh tenaga kesehatan kita diberi keselamatan dan mereka yang wafat diberi tempat terbaik oleh Allah SWT," pungkas Anis. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler