Pengoperasian Tol Malang - Pandaan Dipercepat, Wouw!

Sabtu, 23 Maret 2019 – 06:17 WIB
Tol Malang - Pandaan. Foto: Galih Cokro/Jawa Pos

jpnn.com, MALANG - Pengoperasian tol Malang–Pandaan (Mapan) bakal dipercepat menjadi akhir April , dari rencana semula Juli 2019.

Jika target tersebut terwujud, berarti ada percepatan sekitar tiga bulan dari perencanaan awal. ”Saya upayakan, kalau cepat akhir April 2019 ini sudah beroperasi,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo seperti diberitakan Radar Malang (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Tol Mapan Sambung Malang - Kepanjen Mulai Disurvei

Selain upaya percepatan, juga ada perubahan jarak operasional. Sebelumnya, pengoperasian menunggu tuntasnya pengerjaan hingga seksi V.

Seperti diberitakan, tol sepanjang sekitar 38 kilometer tersebut meliputi lima seksi. Yakni, seksi I (Pandaan–Purwodadi), seksi II (Purwodadi–Lawang), seksi III (Lawang–Karanglo), seksi IV (Karanglo–Pakis), dan seksi V (Pakis–Cemorokandang).

BACA JUGA: Penggalian Situs Pra-Majapahit Makin Luas, Tol Mapan Bagaimana?

BACA JUGA: Penggalian Situs Pra-Majapahit Makin Luas, Tol Mapan Bagaimana?

Dengan menunggu tuntasnya pengerjaan hingga seksi V, berarti tol beroperasi setelah pembangunan hingga exit tol Cemorokandang selesai. Tapi, kini pengoperasian tidak menunggu tuntasnya exit tol Cemorokandang. ”Yang siap beroperasi dari seksi I sampai IV (Pandaan–Pakis),” terang Agus.

BACA JUGA: Jalur Tol Malang – Pandaan Berpotensi Diubah

Terkait rencana perubahan jalur akibat ditemukannya situs sekaran, tepatnya di kilometer 37 seksi V (Pakis–Cemorokandang), arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur masih melakukan penggalian di lokasi. Diduga, situs tersebut adalah pusat pemerintahan kerjaan pra-Majapahit.

Sebab, berdasarkan temuan di lokasi, susunan batu bata kuno itu diduga pendapa. Juga terdapat susunan menyerupai gerbang atau pintu masuk setinggi sekitar 8 meter dan dikelilingi pemukiman penduduk.

Karena situs tersebut tepat di jalur seksi V, PT Jasa Marga menghentikan pembangunan di lokasi tersebut. Sempat mencuat dua skenario agar pembangunan tol Mapan berlanjut, tapi tidak merusak situs yang diduga cagar budaya itu.

Yakni, skenario menggeser jalur dan membangun flyover di situs tersebut. Wacana membangun flyover sudah dibantah Direktur Teknik (Dirtek) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Siswantono. Langkah itu tidak memungkinkan dilakukan karena terhalang sutet. Sementara penggeseran jalur belum bisa dipastikan karena PT Jasa Marga belum mengetahui secara pasti berapa luas area situs tersebut.

Lantas apakah PT Jasa Marga mampu mewujudkan targetnya untuk mengoperasikan tol Mapan pada akhir April? Agus optimistis pihaknya mampu merealisasikan percepatan tersebut. Hingga kini, progres penggarapan di seksi 1, 2, dan 3 sudah mencapai 97 persen.

Sedangkan seksi IV sudah 75 persen. ”Pengerjaan di seksi 1 sampai 3 tinggal sedikit lagi (tuntas). Kalau seksi 4 jalurnya tinggal dibeton saja,” kata dia.

Agus menambahkan, upaya percepatan operasional tol Mapan juga akan dibarengi percepatan penuntasan underpass (jalan bawah tanah). Pihaknya tidak ingin underpass di simpang tiga Karanglo menjadi penyebab kemacetan jika tidak segera dituntaskan.

”Jangan sampai ketika seksi satu sampai empat beroperasi, malah macetnya di underpass. Makanya kami percepat juga pengerjaannya,” kata dia.

Sejak digarap mulai November 2018, kini progres pengerjaan underpass sudah mencapai 65 persen. Agus optimistis, pengerjaan underpass tidak menuai kendala.

Meski pengoperasian hanya di seksi 1-IV, Agus juga berkomitmen menuntaskan hingga pengerjaan di seksi V. ”Karena ada temuan situs, (penuntasan) seksi V menunggu Pilpres 2019 selesai. Jadinya harus mundur,” ucapnya.

BACA JUGA: Ada Tol Malang – Pandaan, Beberapa Tempat Usaha Mulai Boyongan

Agar tidak menabrak situs, Agus akan berkoordinasi dengan Balai Pengatur Jalan Tol (BPJT). Keputusan BPJT yang akan diterapkan. ”Meski kami sudah memiliki opsi. Tetap menunggu hasil kajian. Setelah itu, kami masih harus sampaikan ke pusat,” ujarnya.

Opsi yang dimiliki Agus adalah menggeser rute. Tapi, langkah tersebut berimbas pada membengkaknya anggaran. ”Untuk pembebasan lahan lagi, ya butuh sekitar Rp 400 miliar,” katanya. Jika perlu membebaskan lahan baru lagi, maka anggaran yang dibutuhhkan tidak hanya Rp 5,9 triliun. Tapi, bisa jadi Rp 6,3 triliun (Rp 5,9 triliun + Rp 400 miliar).

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kedungkandang Donny Sandito W. membenarkan adanya wacana mempercepat pengoperasian tol Mapan. Hal itu diketahui saat Donny ikut rapat koordinasi di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Kamis lalu (14/3).

”Saat koordinasi di Bakorwil, pihak jasa marga memang menyampaikan bahwa April ini empat seksi (seksi I-IV) dibuka,” kata Donny yang juga merangkap sekretaris camat (sekcam) Kedungkandang itu.

Dalam koordinasi itu, Donny mewakili Kecamatan Kedungkandang. Sementara peserta lain yang juga hadir adalah PT Jasa Marga Pandaan–Malang, BPJT, dan daerah yang terdampak proyek tol Mapan. Di antaranya, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kabupaten Pasuruan. (bdr/c2/dan)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Tol Malang – Pandaan, Beberapa Tempat Usaha Mulai Boyongan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler