Pengumuman Penting dari Komnas HAM soal Luka-luka di Tubuh Brigadir J

Jumat, 22 Juli 2022 – 17:37 WIB
Komnas HAM sudah bergerak melakukan pengusutan kasus kematian Brigadir J. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah bergerak melakukan pengusutan kasus kematian Brigadir J yang menurut versi polisi terkena tembakan Bharada E dalam baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, Komplek Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Masih menurut versi kepolisian, peristiwa polisi tembak polisi dipicu teriakan istri Irjen Ferdy Sambo yang disebut mengalami dugaan pelecehan dan penodongan pistol oleh Brigadir J.

BACA JUGA: Bharada E Berani Blak-blakan soal Insiden di Rumah Ferdy Sambo, Runtut Banget

Brigadir J merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo, yang juga menjadi sopir istri Kadiv Propam Polri berstatus nonaktif itu.

Sementara Bharada E merupakan anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjadi ajudan Irjen Ferdy Sambo.

BACA JUGA: 6 Kabar Terbaru Kasus Brigadir J, Istri Ferdy Sambo Hanya Menangis, Napoleon Langsung Menyengat

Kuasa hukum keluarga Brigadir J menemukan ada luka-luka selain luka tembak di tubuh Brigadir J, seperti luka sayatan di bawah mata, bibir, hidung, belakang telinga, dagu bergeser, luka di bahu.

Selian itu, ada memar membiru di tulang rusuk bagian kiri dan kanan, luka di jari tangan dan kaki, serta baru-baru ini diklaim ada dugaan jeratan di leher.

BACA JUGA: Detik-detik si Adik Melihat Wajah Brigadir J, Perdebatan dengan Polisi di Tengah Suasana Duka, Oh

Komnas HAM RI mengatakan telah memiliki catatan signifikan terkait sejumlah luka yang terdapat pada tubuh Brigadir J.

"Tim telah memiliki catatan signifikan yang menunjukkan luka ini akibat apa, karakternya apa, kapan terjadi dan kira-kira luka itu akibat apa," kata Komisioner Komnas HAM RI Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Jumat (22/7).

Komnas HAM mendapatkan atatan terkait luka di tubuh Brigadir J tersebut setelah melakukan pendalaman bersama dengan para ahli pada Kamis (21/7).

Choirul Anam menjelaskan, pada proses pendalaman bersama ahli tersebut pihaknya menggunakan semua bahan yang didapatkan termasuk foto dan video yang diperoleh dari pihak keluarga Brigadir J.

Choirul Anam mengatakan pendalaman dan diskusi dengan para ahli memakan waktu yang cukup panjang.

Sebab, perlu memahami dan mendalami secara detail tentang penyebab luka apakah karena senjata api atau luka sayatan dan lain sebagainya.

Dia mengatakan, catatan penting yang diperoleh oleh Komnas HAM akan digunakan sebagai salah satu bahan saat bertemu dengan dokter forensik yang melakukan autopsi terhadap Brigadir J.

Namun, komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM tersebut mengatakan pihaknya belum bisa membuat kesimpulan.

"Dalam konteks HAM dan kerja tim, kami belum bisa menyimpulkan karena prosesnya sedang berlangsung dan tahapannya belum lengkap," kata Anam.

Komnas HAM juga akan menggali keterangan dokter forensik yang mengautopsi jenazah Brigadir J.

"Kami akan menggali keterangan atau mendalami keterangan dan lain sebagainya kepada dokter yang melakukan autopsi," kata Choirul Anam.

Dia menyatakan bahwa Komnas HAM memerlukan dukungan dari semua pihak agar bisa bekerja secara imparsial dan independen dalam mengusut penyebab kematian Brigadir.

"Dukung Komnas HAM menjejaki fakta-fakta yang ada, baik itu foto, video, dan lain sebagainya," ujar Anam. (antara/sam/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler