Pengusaha Harapkan Ibu Kota Baru Tak Jauh dari Jakarta

Kamis, 13 April 2017 – 11:22 WIB
Suasana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (1/6). Proses konstruksi pembangunan MRT baru mencapai 40 persen dengan pekerjaan mencakup pemasangan box girder atau gelagar pada struktur layang MRT. Foto: Ismail/Indopos/JPNN.com Ilustrasi by: Ismail/Indopos

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak pemindahan ibu kota negara pada iklim usaha dan investasi.

Menurutnya, sudah banyak perusahaan yang memilih berkantor di Jakarta demi kemudahan mengurus perizinan yang terkait pemerintah pusat.

BACA JUGA: Pengusaha Jakarta Keberatan soal Pemindahan Ibu Kota

"Kota Jakarta sudah hampir 53 tahun menjadi ibu kota negara sejak ditetapkan berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 1964 (tentang DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara RI, red). Sudah terlanjur ratusan ribu perusahaan besar berkantor pusat di Jakarta," ujar Sarman di Jakarta, Kamis (13/4).

Menurut Sarman, interaksi perusahaan-perusahaan itudengan pemerintah pusat. Karenanya, jika ibu kota negara dipindahkan dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hal itu akan menambah beban biaya dan waktu.

BACA JUGA: Wacana Pemindahan Ibu Kota Dianggap Tepat

"Tentu ini akan menurunkan daya saing iklim investasi dan usaha. Saat ini Jakarta memang memikul beban yang sangat berat, dengan berbagai julukan sebagai pusat bisnis dan investasi, pusat keuangan, perdagangan dan pariwisata. Selain itu juga sekaligus pusat pemerintahan," tutur Sarman.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) itu juga mengatakan, berbagai kegiatan yang berpusat di Jakarta berdampak pada kemacetan lalu lintas yang sangat parah. Selain itu, arus urbanisasi yang sangat tinggi juga menciptakan ketimpangan antara Jakarta dengan daerah lain.

BACA JUGA: Waspada Spekulan di Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara

“Apakah dengan perpindahan ibu kota akan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi kota Jakarta? Saya kira perlu kajian, evaluasi dan penelitian yang komprehensif. Sehingga perpindahan ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat," kata Sarman.

Menurut Sarman, dari sisi kacamata pengusaha, jika pemerintah mau memindahkan ibu kota maka sebaiknya dipindahkan ke wilayah yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Dengan demikian sektor bisnis tak ikut menanggung dampaknya.

"Mungkin perlu dipertimbangkan ke wilayah Jonggol Cariu (Kabupaten Bogor), Karawang, Purwakarta atau mungkin Banten yang lahannya masih tersedia. Pengusaha dari Jakarta tidak terlalu jauh untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan pemerintah pusat," kata Sarman.

Dengan demikian dari sisi efisiensi biaya, dapat ditekan. Namun demikian, semuanya kembali berpulang ke pemerintah untuk mengambil kebijakan yang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak umumnya dan pelaku usaha khususnya.(gir/gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Renovasi Stadion Rawa Badak Telan Rp 4,2 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler