Penurunan Harga BBM Jangan untuk Tujuan ini

Sabtu, 03 Oktober 2015 – 17:05 WIB


JAKARTA - ‎ Keinginan Presiden Joko Widodo  menurunkan harga BBM dalam paket kebijakan ekonomi tahap ke tiga, dinilai perlu dikaji secara matang.  Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean, Presiden mestinya memerintahkan jajarannya mengkaji secara konpeherensif dan cermat terlebih dahulu, rencana tersebut.

"Jangan cuma menurunkan harga hanya untuk kepentingan politik, karena akan jadi percuma dan sia sia jika pasar ternyata tidak merespon kebijakan penurunan harga BBM tersebut," ujar Ferdinand, Sabtu (3/10).

BACA JUGA: PERHATIAN! Semua Pesawat Twin Otter Dilarang Terbang Seminggu ke Depan

Pemerintah kata Ferdinanad, harus menghitung secara cermat berapa besaran harga yang akan diturunkan. Supaya punya dampak terhadap masyarakat, dan jangan hanya mengumumkan penurunan harga BBM tanpa diikuti kebijakan lainnya dari kementrian-kementerian terkait. 

"Jika penurunan harga BBM tidak diikuti kebijakan dari Kementerian Perhubungan untuk meninjau ongkos transportasi, penurunan harga BBM akan sia-sia," ujarnya.

BACA JUGA: Cie..Cie.. Romantis.. Begini Cara Panglima TNI Rayakan Ultah Istri

 Demikian juga jika tidak diikuti kebijakan lanjutan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, maka percuma menurunkan harga BBM. 

"Jadi Presiden harus perintahkan kementerian-kementerian terkait untuk menindaklanjuti kebijakan penurunan harga BBM dengan kebijakan yang eksekusional. Selama ini hal ini cenderung diabaikan, sehingga penurunan harga BBM tidak menurunkan harga bahan pokok di pasar dan tidak turunnya ongkos transportasi," ujar Ferdinanad.

BACA JUGA: Hayooo.. Pesawat Hilang, Aviastar Siap Diubek-Ubek

Ferdinand juga menilai, ‎pemerintah tidak boleh menjadikan pertamina sebagai korban dari politik BBM dengan memaksa menjual rugi BBM tanpa ada dana stabilisasi BBM atau kebijakan lain untuk menutupi kerugian Pertamina, jika harus menjual BBM di bawah harga keekonomian. 

"Kami melihat jika penurunan harga ini ingin punya dampak di tengah masyarakat, maka penurunan harga harus berkisar 5-10 persen.  Jka di bawah itu maka dampaknya tidak akan ada dan lebih baik tidak usah diturunkan karena tidak membawa manfaat," ujar Ferdinanad.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Koordinat Area di Sulsel Ditelusuri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler