Penuturan Prof Mahfud soal Pendapat Bu Mega tentang People Power

Jumat, 17 Mei 2019 – 18:28 WIB
Moh Mahfud MD bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan usai bertemu Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Jumat (17/5). Foto: Fathan Sinaga/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD menyatakan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri berpendapat bahwa people power yang sesungguhnya telah terjadi. Mahfud menuturkan, ketua umum PDI Perjuangan itu menganggap pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April lalu adalah bentuk people power.

Mahfud menyampaikan hal itu usah bersama tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan menemui Megawati di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5). Menurut Mahfud, dalam pertemuan itu Megawati berpesan jika ada persoalan soal Pemilu 2019 maka penyelesaiannya harus sesuai koridor hukum.

BACA JUGA: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kompak Tolak People Power

"Istilah Bu Mega tadi melakukan people power yang sesunguhnya itulah rakyat memberikan suara ketika pemilu dan itu harus diikuti dengan penuh kesatria. Ini hasilnya, kalau ada masalah selesaikan secara hukum," ujar Mahfud.

Sejumlah tokoh turut menyertai Mahfud. Antara lain Romo Magnis Suseno, Romo Benny Susetyo dan Alissa Wahid. Baca juga: Prof Mahfud Temui Bu Mega, Ini Maksudnya

BACA JUGA: Mahfud MD: Tak Ada Jalan Lain Bagi Prabowo - Sandi

Mahfud menambahkan, Megawati pada pertemuan itu menyampaikan keyakinannya bahwa semua pihak punya semangat untuk tetap bersatu. "Bu Mega sangat optimistis bahwa semua pihak punya bekal kejiwaan dan semangat untuk kita tetap bisa bersatu sesudah pemilu itu," ungkap Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, bila hasil Pilpres 2019 tak berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK) maka tahapan pesta demokrasi lima tahunan itu bisa disudahi pada 25 Mei mendatang. Menurutnya, setiap pasang calon memiliki waktu tiga hari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2019 pada 22 Mendatang.

BACA JUGA: Polri: Wilayah Jabodetabek Rawan Ditunggangi Gerakan People Power

"Kalau 25 Mei dan jam 00.00 WIB itu tidak ada (gugatan ke MK, red), berarti 26 Mei sudah ada presiden baru yang siap dilantik kembali pada bulan Oktober," paparnya.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Prabowo - Sandi Tak Punya Jalan Lain

Mahfud juga mengharapkan semua pihak akan legawa menerima hasil Pilpres 2019 yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang. Tokoh asal Madura itu meyakini kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto akan bersatu pasca-tahapan pemilu benar-benar selesai.  

Sebelumnya Mahfud bersama Gerakan Suluh Kebangsaan telah bersafari ke sejumlah tokoh untuk mendorong rekonsiliasi nasional pasca-pelaksanaan Pemilu 2019. Sejumlah tokoh yang sudah didatangi antara lain BJ Habibie dan Susilo Bambang Yudhoyono.(tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prof Mahfud Temui Bu Mega, Ini Maksudnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler