Penyebab Utama Konflik Sosial di Kalteng Persaingan Sumber Daya Alam

Jumat, 08 Maret 2024 – 16:30 WIB
Kepala Kesbangpol Kalteng, Katma F Dirun. (ANTARA/HO-Kesbangpol Kalteng).

jpnn.com - PALANGKA RAYA - Penyebab utama munculnya konflik sosial di tengah masyarakat Kalimantan Tengah adalah persaingan terhadap sumber daya alam yang ada.

Hal tersebut mengemuka saat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengidentifikasi faktor-faktor yang dinilai berpotensi menyebabkan terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat pada 2024.

BACA JUGA: Kritik Keras Legislator soal Satgas yang Dipimpin Bahlil, Pakai Diksi Merusak

"Potensi konflik terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti pertambangan dan kehutanan, dapat memicu perselisihan antara pihak-pihak yang berkepentingan," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng Katma F. Dirun dalam keterangannya, Jumat (8/3).

Faktor lain berkaitan isu agraria dan tanah. Menurutnya permasalahan terkait kepemilikan tanah dan pemanfaatan lahan pertanian dapat menjadi pemicu konflik antara sejumlah pihak, yakni masyarakat lokal, perusahaan maupun pemerintah.

"Kemudian, kesenjangan sosial dan ekonomi. Kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok masyarakat juga bisa menyulut konflik sosial, terutama jika tidak ada langkah konkret untuk mengatasi ketimpangan tersebut," ucapnya.

Untuk itu, Katma menekankan pentingnya memperkuat kerja sama berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.

"Salah satunya dalam mengidentifikasi permasalahan potensial yang dapat memicu konflik sosial dan merumuskan solusi yang berkelanjutan," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan juga diharapkan dapat ditingkatkan.

Termasuk meningkatkan kegiatan edukasi, dialog dan pembinaan kemampuan berkomunikasi, juga menjadi kunci dalam mencegah eskalasi konflik di Kalimantan Tengah.

BACA JUGA: Malam-Malam Ganjar Datangi Kantor WALHI, Ada Rekomendasi soal Salah Kelola SDA

Menurutnya Pemprov Kalteng selama ini terus melaksanakan berbagai langkah tersebut, termasuk meningkatkannya.

Katma mengatakan upaya bersama memperkuat resiliensi masyarakat serta membangun hubungan harmonis antarberbagai kelompok, menjadi langkah penting.

Membangun hubungan harmonis tentunya dengan kesadaran terhadap potensi terjadinya konflik sosial.

BACA JUGA: Tak Hanya Kawasan Tambang, Grup MIND ID Dukung Perkembangan Kota

Dia optimistis hubungan yang harmonis menciptakan keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Target Produksi Anggota Grup MIND ID pada 2024, Mantap!


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler