Penyebaran Corona di Jabar dari 5 Klaster, Ini Datanya, Selalu Jaga Diri

Kamis, 14 Mei 2020 – 02:33 WIB
Ilustrasi ODP dan PDP Corona. Foto: Radar Solo

jpnn.com, BANDUNG - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat (Jabar) mencatat adanya transmisi lokal penyebaran virus COVID-19 di berbagai daerah berdasarkan penelusuran klaster.

Sebagaimana diketahui, di Jabar tercatat lima klaster penyebaran virus COVID-19, yakni seminar ekonomi syariah di Bogor, acara keagamaan di Bogor, Musda Hipmi, acara keagamaan di Lembang dan Stukpa Sukabumi.

BACA JUGA: Prof Widodo Sebut Jamur Ini Berpotensi Lawan Corona, Siap Diuji Klinis

Dari klaster tersebut, diketahui virus menyebar ke daerah lain berdasar perkembangan penelusuran dan pemetaan yang dilakukan. Semisal, dari klaster GBI, salah satu di antaranya bekerja di salah satu pabrik di Kota Bandung.

“Kami sudah lacak juga, satu orang ini bisa kan bisa menularkan. Setelah rapid test karyawan pabrik ada yang reaktif. Kami sudah sarankan (pabrik) untuk tutup (sementara),” ungkap Sekretaris Dinkes Jabar Siska Gefrianti dalam konferensi pers daring, Rabu (13/5).

BACA JUGA: Gegara Corona Atlet Anggar Ini Alih Profesi jadi Pengantar Makanan

Penelusuran terus dilakukan, termasuk klaster Setukpa di Sukabumi, di mana ada di antara penghuninya yang dipulangkan ke kabupaten kota di seluruh Indonesia.

“Di Setukpa sudah ada lima rantai penularan, selain itu di Karawang juga sama lima rantai, ini yang harus kami waspadai,” jelasnya.

BACA JUGA: Anggota Brimob Dibunuh, Kapolda Kerahkan Kekuatan Penuh Buru Pelaku

Di luar dari daerah tersebut, ia menyebut ada daerah di luar PSBB Bodebek dan Bandung Raya yang mengalami peningkatan kasus COVID-19, yakni Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Subang.

“Di Kabupaten Kuningan sudah ada transmisi lokal virus di 11 kecamatan. Di Kabupaten Garut pun sama berdasar kunjungan dari Bangladesh,” terang dia.

Di luar penelusuran klaster, Dinkes Jabar telah melakukan rapid test 105.992 kali. Sementara swab tes 8.290 kali di berbagai daerah. Jumlah itu masih jauh dari target Pemprov kepada sebanyak 300 ribu warga.

“Kalau kami mengejar 300 ribu tes untuk 50 juta warga Jabar kami masih menunggu pengadaan alat tes. Di luar 10 daerah PSBB (Bodebek dan Bandung Raya), ada empat kabupaten yang penggunaannya tinggi. Yakni, Kabupaten Subang, Sukabumi, Karawang dan Cianjur,” pungkasnya. (bbb/ysf/radarsukabumi)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler