Penyebaran Virus Corona Diprediksi Mereda Akhir Mei

Kamis, 27 Februari 2020 – 08:50 WIB
Suasana terminal utama kota Gwangju, di area tunggu bus menuju Daegu, tempat ditemukannya pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan, pada Minggu (23/2). Foto: ANTARA/GM Nur Lintang/aa.

jpnn.com, TANJUNGPINANG - Penyebaran virus corona atau Covid-19 diprediksi akan mereda pada akhir bulan Mei 2020, setelah negara Tiongkok memasuki musim panas.

"Karena Covid-19 tidak tahan dengan panas. Itu juga jadi alasan kenapa sampai saat ini virus tersebut belum ditemukan di Indonesia, sebab negara kita iklimnya tropis, hangat," kata Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Suhajar Diantoro di Tanjungpinang, Kepri, Rabu (26/2).

BACA JUGA: Seluruh Pasien Virus Corona di Vietnam Dinyatakan Sembuh

Suhajar tidak menampik, kalau Covid-19 turut berpengaruh terhadap negara Indonesia, terutama sektor pariwisata, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diketahui sebagai pintu masuk wisman terbesar kedua di Indonesia.

Selama ini Kepri cukup tergantung dengan turis Tiongkok dan Singapura sebagai negara penyumbang kunjungan wisatawan terbesar.

BACA JUGA: RSUP Kariadi Semarang: Suspect Corona Meninggal Akibat Bronkopneumonia

Namun, belakangan ini, Tiongkok mengeluarkan larangan warganya untuk ke luar negeri. Demikian pula Singapura yang mengurangi warganya untuk bepergian ke luar negeri.

"Situasi ini menyulitkan pelaku wisata di Kepri. Sejumlah resort khususnya di kawasan wisata Bintan mulai sepi, karena tak ada turis China maupun Singapura yang datang sejak Covid-19 merebak ke sejumlah negara," imbuhnya.

BACA JUGA: Jenderal Andika Perkasa Beber Alasan Penahanan Letkol Aloysius

Dia katakan, dalam beberapa bulan ini dapat dipastikan situasi ekonomi Indonesia akan melambat akibat Covid-19. Khususnya industri pariwisata sebagai salah satu penopang perekonomian nasional bakal sangat terpukul.

Maka itu, menurut Suhajar, pemerintah pusat telah menyiapkan beberapa strategi buat menghadapi pelambatan ekonomi akibat Covid-19 antara lain, menggerakkan belanja APBN, APBD, Dana BOS, dan Dana Desa pada awal tahun 2020 ini.

"Semua kegiatan pembangunan fisik diminta sudah mulai dilaksanakan paling lama bulan Maret, biar roda ekonomi cepat berputar," tuturnya.

Lebih lanjut, Suhajar menyampaikan untuk dana APBD yang di dalamnya terdapat dana transfer pusat pada tahun ini mencapai Rp876 triliun. Jika misalnya ditambah dengan dana APBD se-Indonesia sekitar Rp300 triliun, maka ada sekitar Rp1.000 triliun lebih dana yang beredar di daerah.

Kemudian dibantu dengan Dana BOS Rp54 triliun, dan Dana Desa Rp72 triliun untuk 74 ribu desa se-Indonesia.

"Presiden sudah meminta pemerintah pusat maupun daerah menggerakkan dana-dana tersebut buat menggairahkan perekonomian daerah maupun nasional," jelas Suhajar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler