Perampok Berpistol Beraksi di Gerai Tarik Tunai Pekanbaru, Belasan Juta Rupiah Raib

Senin, 20 Februari 2023 – 23:09 WIB
Tangkapan layar--Perampok bersenjata api merampas dompet di BRILink Pekanbaru. Foto: ANTARA

jpnn.com, PEKANBARU - Aksi solo perampok berpistol beraksi di gerai mini tarik tunai di Jalan Al Muhajirin, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru, Minggu (19/2) sekitar pukul 08.30 WIB.

Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian belasan juta rupiah. 

BACA JUGA: Hati-Hati di Tol Jakarta-Cikampek, Wanita Tunarungu jadi Korban Perampokan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan saat di Pekanbaru, Senin, menjelaskan berdasarkan keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri berbadan gempal dengan tinggi sekitar 170 centimeter, menggunakan helm dan masker hitam dan mengenakan jaket abu-abu serta celana pendek.

"Kami terus dalami dan mencari petunjuk lainnya," ucap Andrie.

BACA JUGA: Kasus Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Samanhudi Mengajukan Praperadilan

Aksi tersebut sempat terekam kamera pengawas dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 49 detik tersebut, terlihat pria yang mengenakan helm langsung menodongkan sesuatu diduga senjata api ke arah korban penjaga gerai tarik tunai itu.

Awalnya pria tak dikenal tersebut berpura-pura ingin melakukan tarik tunai. Namun, ia kemudian mengeluarkan senjata api dari tas kecil yang disandangnya.

BACA JUGA: Mantan Wali Kota Blitar Terlibat Perampokan, Santoso: Sulit Saya Bayangkan

"Pelaku mengancam korban dengan mengatakan 'Jangan teriak, kalau tidak saya tembak' menggunakan bahasa Indonesia," sebut Andrie.

Pelaku kemudian mendekati korban dan mengambil dompet hitam. Pelaku sempat memegang handphone korban, tetapi kemudian dikembalikan.

Selanjutnya pelaku langsung keluar dari gerai tarik tunai tersebut, dan kabur dengan mengendarai sepeda motor.

"Korban sempat berteriak seusai pelaku kabur. Namun saat warga mencoba mengejar, mereka kehilangan jejak. Akibat kejadian ini kerugian korban mencapai Rp 17 juta," tutur Andrie.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler