Perampok Sadis Ini Berlagak Polos depan Polisi

Jumat, 27 Juli 2018 – 04:19 WIB
Perampok dilumpuhkan. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Komplotan perampok semakin berani beraksi di jalanan. Salah satunya geng Andi Ari, warga Jalan Benteng Dalam.

Dia bersama tujuh temannya merampok dengan cara mencegat pengguna jalan yang melintas. Bersenjata parang, dia nekat membacok korban.

BACA JUGA: Tujuh Kali Beraksi, Akhirnya Perampok Tertangkap juga

Korbannya adalah Irfan. Remaja 20 tahun itu menjadi korban perampokan dengan luka serius di tangan kiri.

"Tersangka ditangkap di rumahnya," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Tinton Yudha Riambodo.

BACA JUGA: Kronologis Polisi dan Warga Berhasil Adang 10 Perampok

Perampokan itu dilakukan Andi pada Sabtu (21/7). Ceritanya, Andi baru saja pulang dugem di sebuah kafe di kawasan Jalan Pahlawan pada pukul 03.30. Pelaku dan teman-temannya menenggak miras hingga mabuk.

Saat perjalanan pulang, mereka mencari sasaran. Berbekal sebilah parang sepanjang 45 sentimeter, pelaku bersama gengnya berhenti di Jalan Kembang Jepun.

BACA JUGA: Perampok Brankas Sekolah Keok Ditembak Polisi

Mereka menunggu pengguna jalan yang melintas. Menghentikan siapa saja yang lewat. Tidak lama berselang setelah para pelaku nyanggong, Irfan dan lima temannya lewat dengan mengendarai motor.

Pelaku kemudian menghadang Irfan sambil mengacungkan parang. Melihat ancaman tersebut, Irfan kaget. Mereka berusaha menyelamatkan diri. Ada yang berbalik arah sambil memacu motornya. Tidak demikian Irfan. Dia meninggalkan motornya bernopol L 3422 AG dan lari kabur.

Andi kemudian menyuruh dua temannya membawa motor tersebut ke Jalan Benteng Miring.

Sementara itu, Andi memboncengkan teman lainnya. Mereka berjalan beriringan ke arah rumah Andi.

Diam-diam, korban dan teman-temannya membuntuti pelaku dari kejauhan. Irfan akhirnya mengetahui tempat tinggal pelaku dan teman-temannya.

Irfan lalu memberanikan diri mendekati Andi untuk meminta kembali motornya. Permintaan baik-baik itu ditanggapi sebaliknya.

"Tersangka mengeluarkan pisau panjang dan membacok korban. Mengenai tangan kiri," kata Tinton.

Setelah melukai korban, pelaku dan teman-temannya kabur. Irfan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Al Irsyad.

Akibat bacokan itu, korban mendapat 16 jahitan. Kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

Berbekal keterangan Irfan dan teman-temannya, polisi kemudian memburu pelaku di rumahnya.

Saat didatangi, Andi tidak menyadari bahwa korban telah mengetahui tempat tinggalnya.

Pelaku yang sehari-sehari menjadi tukang cukur itu ditangkap tanpa perlawanan. Saat didatangi polisi, pelaku sedang santai.

Andi mengaku baru sekali merampok. "Baru kali ini melakukan pembacokan. Mau mengambil sepeda motornya," kata Andi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Namun, pengakuan itu tidak langsung dipercayai polisi. Sebab, tersangka terkadang mengaku baru melakukan tindak pidana agar terhindar dari hukuman berat.

Saat ini polisi masih memburu tujuh pelaku lainnya. Polisi telah mengantongi identitas seluruh pelaku.

Sebab, Andi membuka data teman-temannya. Mereka berinisial A, R, G, N, H, M, dan B.

"Banyak kejadian di Surabaya. Kami akan kejar (pelakunya, Red)," tegas Tinton Yudha Riambodo.

Menurut Tinton, gerombolan lainnya masih berkeliaran dan berbahaya. Karena itulah, pihaknya segera melakukan pengembangan.

Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan geng Andi merupakan sindikat pencurian motor.

"Kami akan kembangkan. Kemungkinan mereka sindikat," katanya. (yon/c6/eko/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perampok Kantor Kelurahan Ditangkap, Dor Dor!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler