Peran Vital Pemuda dalam Politik dan Transformasi Melalui Visi Kaesang PSI

Oleh: Syarifudin

Selasa, 12 Desember 2023 – 10:45 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengincar satu fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat Daya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com - Pemuda memiliki peran yang penting dalam politik kebijakan pada partai politik dan sistem demokrasi. Mereka sering kali menjadi motor perubahan yang kuat dalam proses pembuatan kebijakan dan dapat membawa gagasan segar serta perspektif yang berbeda. Pada tingkat teoritis, pemuda dianggap sebagai agen perubahan yang potensial dalam politik.

Teori “youth bulge” oleh Richard Cincotta dan Jack Goldstone, misalnya, menyatakan bahwa populasi pemuda yang besar dapat menjadi sumber ketegangan atau inovasi politik dalam masyarakat.

BACA JUGA: Kaesang Blak-blakan soal Debat Cawapres, Singgung tentang Aura yang Hilang

Mereka memiliki energi, semangat, dan gagasan yang belum terkekang oleh konvensi politik, dan ini dapat membawa dinamika baru dalam pembuatan kebijakan.

Ahli-ahli seperti Kathleen M. German juga menyoroti pentingnya partisipasi pemuda dalam politik. Dalam artikelnya berjudul "From the Margins to the Mainstream: Why Youth Should Have a Voice in Politics and How They Can Have a Real Impact," German menekankan bahwa pemuda memiliki kepentingan yang unik dan dapat membawa perubahan substansial dalam arah kebijakan politik.

BACA JUGA: Kaesang Mempersilakan Ade Armando Keluar dari PSI jika Tidak Bisa Mengikuti Konstitusi Terkait DIY

Namun, kehadiran mereka dalam proses kebijakan sering kali diabaikan atau kurang dihargai oleh partai politik atau sistem politik yang ada.

Dalam konteks partai politik, pemuda sering kali membawa gagasan baru yang relevan dengan isu-isu zaman mereka.

BACA JUGA: Gibran & Kaesang Bukti Indonesia Butuh Pemimpin Muda

Partai politik yang mampu menarik partisipasi pemuda dan memberikan platform yang inklusif bagi mereka untuk berkontribusi dalam pembuatan kebijakan cenderung lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Salah satu contoh kuat adalah gerakan politik Bernie Sanders di Amerika Serikat yang menarik banyak pemuda dengan pesan anti-establishment dan pembaruan kebijakan.

Namun, masih ada hambatan besar yang dihadapi oleh pemuda dalam politik kebijakan. Salah satunya adalah kurangnya representasi yang signifikan dalam struktur kekuasaan politik.

Pemuda sering kali kurang diwakili dalam parlemen atau lembaga pengambil keputusan kunci. Ini dapat menghalangi suara mereka dalam proses pembuatan kebijakan.

Selain itu, terdapat juga kesenjangan antara pemuda yang terlibat dalam politik dan pemuda secara keseluruhan.

Hanya sebagian kecil pemuda yang aktif terlibat dalam partai politik atau organisasi politik lainnya, sedangkan mayoritas pemuda mungkin merasa jauh dari proses politik atau tidak tertarik untuk terlibat.

Bagaimanapun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan peran pemuda dalam politik kebijakan.

Salah satunya adalah meningkatkan pendidikan politik di tingkat sekolah sehingga pemuda dapat memahami pentingnya partisipasi politik dan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang proses kebijakan.

Selain itu, menciptakan platform yang lebih inklusif dan mengakomodasi beragam pandangan serta kepentingan pemuda juga penting.

Dalam konteks sistem demokrasi, partisipasi pemuda memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat legitimasi demokrasi itu sendiri.

Ketika pemuda merasa diwakili dan didengarkan dalam proses politik, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap sistem politik secara keseluruhan.

Pemuda memiliki potensi besar dalam membentuk kebijakan politik dan sistem demokrasi. Memahami peran mereka sebagai agen perubahan dan menciptakan ruang yang inklusif bagi mereka dalam proses kebijakan dapat membawa manfaat besar bagi perbaikan sistem politik dan pemerintahan secara keseluruhan.

Kaesang Pangarep dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menjadi subjek perhatian dalam ranah politik Indonesia, khususnya dalam mengakomodasi dan mendorong partisipasi politik dari kalangan pemuda. PSI muncul sebagai suara baru yang memperjuangkan representasi yang lebih kuat bagi generasi muda dalam proses politik.

Pada dasarnya, PSI tidak hanya merupakan partai politik biasa; ia merupakan wadah yang mencoba mengakomodasi gagasan dan aspirasi pemuda.

Dalam banyak aspek, PSI telah berperan sebagai sarana untuk membangkitkan semangat serta memberdayakan pemuda Indonesia dalam ranah politik. Hal ini tercermin dalam berbagai inisiatif dan pendekatannya yang menarik bagi pemilih muda.

Sebagai platform politik, PSI mengusung visi yang progresif dan berinovasi, yang sejalan dengan harapan dan pemikiran generasi muda.

Dengan menawarkan ide-ide segar dan solusi yang berbeda terhadap masalah-masalah sosial dan politik yang dihadapi Indonesia, PSI telah menarik minat serta dukungan banyak pemuda.

Salah satu hal yang membuat PSI menonjol adalah pendekatannya terhadap isu-isu yang relevan bagi generasi muda.

Partai ini membahas masalah-masalah seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, teknologi, serta keterbukaan dan partisipasi dalam politik dengan cara yang lebih dekat dengan kebutuhan dan pandangan pemuda.

Selain itu, PSI juga memperlihatkan cara yang berbeda dalam berkomunikasi dengan pemilih muda.

Mereka menggunakan media sosial dan teknologi dengan sangat efektif, yang menjadi sarana utama bagi pemuda dalam mendapatkan informasi dan terlibat dalam diskusi politik.

Pendekatan ini memungkinkan PSI untuk lebih mudah terhubung dengan generasi muda yang memiliki akses yang lebih luas terhadap teknologi.

Namun, upaya PSI juga dihadapkan pada sejumlah tantangan. Meskipun telah menarik perhatian pemuda, untuk dapat benar-benar mengakomodasi partisipasi politik mereka, PSI harus tetap memastikan representasi pemuda dalam struktur kepemimpinan dan keputusan partai.

Terlebih lagi, partai ini harus senantiasa memperkuat komunikasi dua arah yang inklusif dengan pemuda, bukan hanya menggunakan mereka sebagai target pemilih, tetapi juga mendengarkan dan mewadahi aspirasi mereka.

Dalam konteks politik Indonesia, peran PSI sebagai sarana akomodasi partisipasi politik pemuda memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat secara aktif dalam proses pembuatan kebijakan.

Namun, perlu dicatat bahwa peran partai politik dalam mendorong partisipasi pemuda harus diimbangi dengan dukungan dan perhatian dari pemerintah serta masyarakat secara keseluruhan.

Dalam kesimpulannya, PSI telah menjadi wadah penting bagi partisipasi politik pemuda di Indonesia.

Dengan pendekatan yang progresif, penekanan pada isu-isu yang relevan bagi generasi muda, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif, PSI telah membuka pintu bagi pemuda untuk terlibat lebih aktif dalam politik dan memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan negara.

Penulis menjabat sebagai wasekbid eksternal di Gerakan Pemuda Sadar Pemilu (GPSP)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kaesang   PSI   Anak muda   Opini   Kaesang Pangarep   Pemuda  

Terpopuler