Perawat Positif Corona: Semua akan Indah pada Waktunya

Senin, 20 April 2020 – 22:12 WIB
Perawat positif corona akhirnya sembuh. Foto: Ist

jpnn.com, KUDUS - Sukarsih, seorang perawat RS Mardi Rahayu Kudus, Jateng tidak menyangka akan tertulari virus corona.

Aoalagi, gejala yang dialaminya sedikit berbeda dengan kebanyakan pasien positif corona yang selama ini disampaikan ke tengah masyarakat.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Nasib Perawat PPPK, Kaesang Minta Maaf, Demo Buruh 30 April

Awalnya, dia merasakan sakit perut, diare dan pusing setelah empat hari bertugas di ruang isolasi khusus Covid-19 pada Rabu (25/3).

Dia sempat mengira kondisi itu efek lain dari menstruasi yang tengah dialaminya. Karena kondisi semakin tidak nyaman, Sukarsih akhirnya memeriksakan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

BACA JUGA: Ganjar: Tolong, Jangan Ada PHK

Dokter yang memeriksanya menyarankan untuk rawat inap setelah mengetahui Sukarsih memiliki riwayat bertugas di ruang isolasi khusus Covid-19.

“Tanggal 27 Maret 2020, dokter menyarankan untuk CT Scan Thorax atau CT Scan dada. Hasilnya ternyata mengarah ke COVID-19 dan saya berstatus jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hari itu juga saya dipindah ke ruang isolasi khusus PDP,” tutur Sukarsih pada Senin (20/4).

BACA JUGA: Para Lansia Bahagia Bertemu Ganjar: Ojo Ngapusi, Dosa Nek Ngapusi

Keesokan harinya pada Sabtu (28/3), Sukarsih menjalani rapid test. Hasil rapid test , Sukarsih positif corona.

Untuk memastikan, pihak rumah sakit mengambil sampel swab Sukarsih di hari yang sama dengan rapid test . Hasil uji swab menguatkan rapid test. Sukarsih dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Selanjutnya, pada Jumat (3/4), Sukarsih menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan kembali mendapatkan kabar tak menyenangkan. Hasil tes itu menyatakan dia positif corona.

Mengetahui seluruh tes yang dia jalani menyatakan positif Covid-19, Sukarsih mengaku sempat syok. Namun, dia terus menyemangati diri agar sembuh dari penyakit tersebut.

"Saya yakin dan percaya kalau saya pasti akan sembuh," katanya, mengulang isi doa yang selalu dia panjatkan.

Sembuh


Pada 4-5 April lalu atau tepat 14 hari sejak bertugas di ruang isolasi, Sukarsih menjalani dua tes swab lanjutan.

Kali ini, kedua hasil swabnya negatif. Sukarsih pun dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

Hasil swab diperkuat laporan PCR-nya, yang juga menunjukkan negatif covid. Hasil PCR itu keluar pada Rabu (8/4).

“Saya benar sembuh dan boleh pulang. Negatif artinya tidak ada virus lagi di tubuh, sehingga saat pulang juga benar-benar aman, tidak ada virus di tubuh yang bisa menular ke orang lain. Semuanya indah pada waktunya,” tuturnya.

Sukarsih tak henti-hentinya mengucap syukur atas kesembuhannya. Dia juga berdoa agar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo senantiasa sehat supaya bisa mengawal perang terhadap covid-19

"Semoga Pak Ganjar sehat selalu supaya bisa membantu dalam memimpin melawan covid-19 ini," harapnya.

Sementara itu, Direktur RS Mardi Rahayu, dr Pujianto meminta masyarakat agar tidak menciptakan stigma negatif terhadap pasien yang telah sembuh dari covid-19.

Dia menjamin pasien telah terbebas dari covid-19 sehingga tidak bisa menularkan virus corona kepada orang sekitarnya.

"Tidak tepat kalau masyarakat mengucilkan atau buat stigma (pada pasien yang masih dirawat maupun yang sembuh). Jangan takut dengan covid-19 tetapi tetap waspada," kata dr Pujianto. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler