Perbanyak Lokasi Parkir Diyakini Dorong Masyarakat Pindah ke Transportasi Umum

Kamis, 13 Februari 2020 – 22:44 WIB
Warga terlihat ramai mencoba kereta MRT saat mengikuti uji coba publik di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/3). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sempat menyatakan bahwa 35 persen warga Jakarta yang naik transportasi umum. Terkait ini, PT MRT buka suara.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, perlu banyak hal untuk meningkatkan angka tersebut, salah satunya memperbanyak lokasi parkir (park dan ride).

BACA JUGA: Puluhan Tahun Kerja di DKI, Budi Karya Tak Sangka Jakarta Akan Memiliki MRT

Dia menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan masalah transportasi Jakarta tidak bisa hanya satu pihak saja, seperti MRT yang baru memiliki panjang trek 16 kilometer (km).

"Tidak akan bisa, tapi sudah mulai dirasakan dimana tingkat kemacetan (menurut lembaga survei Tomtom) turun dari peringkat empat ke 10," katanya kepada Antara.

BACA JUGA: Listrik Padam, Seluruh Penumpang MRT yang Terjebak di Bawah Tanah Berhasil Dievakuasi

Tapi itu belum cukup. "Yang bisa kita lakukan mempercepat pembangunan jalur MRT ke Utara dan yang terbentang Timur ke Barat, peningkatan integrasi serta perbanyak lahan parkir."

Lokasi parkir yang harus diperbanyak, kata William, ialah yang terletak di luar pusat kota dengan memungkinkan integrasi dengan moda transportasi lainnya dengan MRT.

BACA JUGA: Dewas KPK Diminta Lebih Proaktif

"Seiring dengan itu, di waktu tertentu pemerintah akan menaikkan harga parkir di dalam kota, sehingga di kawasan-kawasan luar pusat kota dikembangkan sebagai tempat parkir dengan maksud agar masyarakat berpindah ke transportasi publik," katanya.

Saat ini, "park and ride" yang terakses ke Stasiun MRT (belum yang dikelola swasta) ada tiga, yakni di kawasan Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati dan di antara kedua stasiun itu (south quarter), dengan tarif rata-rata Rp 5.000 untuk mobil, Rp 2.000 untuk motor dan Rp 1.000 untuk sepeda.

Untuk kapasitas, "park and ride" Lebak Bulus yang terletak di atas lahan Pemda dengan jarak sekitar 250 meter dari stasiun, mampu menampung1.200 motor dan 150 unit mobil.

Sementara itu, "park and ride" South Quarter yang berjarak 900 meter dari Stasiun Fatmawati dan 2,4 kilometer dari Stasiun Lebak bulus ini, berkapasitas 60 mobil dan 30 motor dengan akses ke stasiun menggunakan bus pengumpan.

Adapun "park and ride" Fatmawati, mampu menampung 100 unit mobil dan belum ada ruang khusus untuk sepeda motor karena belum banyak pengguna sepeda motor yang menggunakan fasilitas itu.

"Namun jumlah ini kan terbatas, jadi perlu ada percepatan dan memperbanyak, saat ini sedang dicari area yang bisa dibuat, tidak harus memakai lahan pemerintah yang ada, kita juga mendorong teman-teman swasta yang punya bangunan dan lahan kosong, kami siap kerjasama untuk lahan itu dijadikan park and ride," kata William.

Mulai Maret 2020, fase dua sepanjang 12 kilometer akan dibangun. Ada sekitar 10 stasiun yang dibangun di jalur Bundaran HI ke Ancol ini, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota Tua, Mangga Dua, Ancol dan Depo Ancol dengan perkiraan biaya sekitar Rp32 triliun lewat pendanaan dari pinjaman pemerintah Jepang. (ant/mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler