Perbatasan Aceh-Sumut Membentuk Tulisan Allah

Kamis, 08 Juli 2010 – 13:20 WIB
Foto: Agung Dwi Nurcahya

BANDA ACEH- Teknologi Google Earth sering menampilkan gambar yang mencengangkanSetelah menampilkan gambar mirip Jesus di belahan Eropa, tepatnya di wilayah Hongaria timur, kini gambar yang diambil via setelit itu menampilkan gambar bertuliskan lafadz Allah.

Gambar ini secara tak sengaja ditemui Agung Dwi Nurcahya, Seorang staf pada Geographic Information System (GIS ) Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) pada 6 Juli 2010 lalu

BACA JUGA: Akses Hotspot Dibatasi, Usulkan Penambahan Bandwith

Agung Dwi Nurcahya mengambil foto perbatasan Aceh-Sumut dengan mengakses teknologi Google Earth


Agung menyebutkan bila titik lokasi lafaz Allah yang ia jumpai berada di perbatasan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara

BACA JUGA: Surena, Robot Buatan Iran

Nama daerah tersebut di peta topografi, satu berbanding lima puluh ribu (1: 50.000) adalah kawasan Burni Uning Tualang, Kabupaten Gayo Lues
Daerah tersebut termasuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional dalam fungsi dan daya dukung lingkungan.

Agung menegaskan bahwa gambar tersbeut tidak rekayasa

BACA JUGA: Wi-Fi jadi Pilihan Mata-Mata untuk Berkomunikasi

Sehingga bagi siapapun yang merasa meragukannya dapat melihat langsung di Google EarthGambar tersebut ditemukan saat dirinya memonitor kawasan hutan via satelit"Sejak lima tahun terakhir ini, saya bekerja di Aceh dengan bidang tugas memonitor hutan via setelit dan lewat foto udara," kata dia.

Dia katakan, bila asma Allah yang dapat dilihat lewat citra satelit ini, berada di antara lembah-lembah yang dalam, serta pegunungan yang menjulang dan tertutup hutan yang lebatTitik koordinat gambar bertuliskan lafadh Allah ini berada di latitude 3°48'39.81"N dan longitude 97°46'17.01"EEye altitude 20 kmNorthing-nya diputar lk 100 derajat ke barat (West).

Bagi mereka yang meragukan ini, kata dia tentunya dapat melihatnya langsung lewat citra satelit yang tentunya dapat diakses selama 24 jam di seluruh dunia dengan aplikasi Google Earth"Mudah-mudahan temuan ini dapat bermanfaat bagi banyak orang," kata dia.(slm/fuz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Esia Jual 2.500 Ponsel Tiap Hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler