Perbedaan Pengereman Sistem ABS dan Non-ABS

Jumat, 13 Januari 2017 – 10:21 WIB
Ilustrasi. Foto: Indopos/JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Technical Development PT MPM Honda Naim Mudhori mengatakan, sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) membawa banyak keuntungan.

Menurut dia, pada dasarnya pengereman ada dua macam.

BACA JUGA: Suzuki Akui Strategi Penjualan di Indonesia tak Mempan

Yakni, pengereman terstruktur dan pengereman mendadak.

”Sistem pengereman ABS jauh lebih stabil pada dua kasus pengereman tersebut,” ujar Naim, Kamis (12/1).

BACA JUGA: Pasar Sport Bike Ketat, Kawasaki Andalkan Tipe Trail

Naim sempat menunjukkan video pengereman mendadak antara motor yang menggunakan ABS dan non-ABS.

Dalam video itu terlihat, pengereman motor yang dilengkapi fitur ABS lebih stabil. Sementara itu, motor yang tidak menggunakan ABS tampak selip dan oleng sehingga pengendara nyaris terjatuh.

BACA JUGA: 2 Tantangan Terbesar Industri Otomotif Nasional

”ABS intinya menghindari roda terkunci akibat pengereman keras. Karena itu, selip dan hilangnya keseimbangan bisa dikurangi. Teknologi ini efektif di jalan berlubang atau licin sekalipun,” tambah Naim.

Mahalnya harga motor varian ABS disebabkan komponen cukup banyak dan canggih.

Sistem kerja ABS melibatkan beberapa sensor pada masing-masing roda. Sensor itu terhubung pada electronic controller unit (ECU) yang mengatur besaran tekanan rem ke masing-masing roda.

Pada ABS, kaliper rem tidak langsung digigit penuh, melainkan ditekan dan dilepas secara cepat.

”Dalam satu detik, kira-kira kaliper rem ditekan dan dilepas 60 kali,” terangnya.

Meski canggih, sistem ABS tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, ada beberapa yang perlu diperhatikan.

Khususnya motor varian sport, cub, dan jenis motor lain yang menggunakan rantai. Ada kalanya, saat melakukan penyetelan, rantai sensor tergeser dari posisi semestinya.

Jadi, dalam jangka waktu berkala, adjustment pada sensor ABS perlu dilakukan.

Menurut Naim, bukan tak mungkin, suatu saat ABS akan menjadi piranti wajib di kendaraan roda dua mengingat fungsinya yang sangat penting.

Dari kali pertama diadopsikan sampai saat ini, ABS mengalami beberapa penyempurnaan.

”Meski secara prinsip kerjanya sama, kualitas komponen dan presisi sensornya jauh lebih meningkat,” tutup Naim.

Saat ini, varian motor ABS tak pernah absen dari kasta teratas.

Selisih harga antara motor varian ABS dan non-ABS berkisar Rp 5 juta–Rp 8 juta.

Selisih yang lumayan itu sepadan dengan tingkat keamanan yang diberikan teknologi pengereman ABS.

Di kelas sport bike 250 cc, misalnya. Produsen tak ketinggalan melengkapi produk dengan varian ABS.

Di antaranya, Honda CBR250RR, Yamaha R25, dan Kawasaki Ninja 250.  (agf/c21/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Biaya STNK dan BPKB Naik, Otomotif Tetap Jaya


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
otomotif  

Terpopuler