Perdana Menteri Inggris Tolak Mempermudah Pengungsi Ukraina

Selasa, 08 Maret 2022 – 18:43 WIB
Arsip--Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Istana Kepresidenan di Kiev, Ukraina, Selasa (1/2/2022). ANTARA/REUTERS/Peter Nicholls/tm/am.

jpnn.com, LONDON - Inggris tetap tidak memudahkan pemberian visa bagi para pengungsi Ukraina.

Hal tersebut dikemukakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (7/3).

BACA JUGA: Lama Bersimpati ke Rusia, Malah Anugerahkan Kehormatan Pada Presiden Ukraina

Menurut Johnson, Inggris adalah negara yang murah hati, tetapi tetap perlu mengawasi siapa-siapa saja yang datang ke negaranya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada lebih dari 1,5 juta orang yang sudah meninggalkan Ukraina sejak Rusia membombardir negara tetangganya itu.

BACA JUGA: Anak-Anak Rusia Membentuk Huruf Z Mendukung Invasi ke Ukraina

Menurut PBB, ratusan ribu orang membanjiri Polandia, Romania, Slovakia, dan negara-negara lainnya.

Inggris dikritik tidak berbuat cukup banyak dan jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangganya di Eropa dalam menangani krisis kemanusiaan terbesar di benua itu sejak perang dunia.

BACA JUGA: Rusia Berjanji Hentikan Invasi dalam Sekejap, Ini Syaratnya

Terhadap kritik tersebut, Johnson mengatakan negaranya sangat murah hati.

"Namun yang kami inginkan adalah pengendalian dan kami ingin bisa melakukan pemeriksaan," katanya kepada para wartawan.

"Menurut saya, sikap itu masuk akal dengan melihat apa yang sedang berlangsung di Ukraina untuk memastikan bahwa kami punya kemampuan dasar untuk memeriksa siapa saja yang datang."

Pemerintah Inggris telah dihujani kecaman oleh kalangan lembaga amal, parlemen oposisi, serta Prancis karena bersikeras pengungsi harus punya visa.

Karena sikap tersebut, sejumlah pengungsi Ukraina terjebak di Kota Calais, Prancis, dan tidak bisa masuk ke Inggris.

Uni Eropa, sementara itu, sudah sepakat untuk mengeluarkan izin tinggal sementara bagi para warga Ukraina yang pergi menyelamatkan diri dari invasi.

Uni Eropa juga sepakat memberi para pengungsi kesempatan mendapatkan pekerjaan, fasilitas kesejahteraan sosial dan perumahan untuk selama tiga tahun.

Inggris sendiri sudah mengumumkan skema visa bagi pengungsi yang sudah punya keluarga atau penanggung jawab di negara itu.

Menurut laporan media pada akhir pekan, Inggris sejauh ini baru mengeluarkan sekitar 50 visa bagi warga Ukraina.

Jumlah itu dibantah Johnson.

Kementerian dalam negeri Inggris kemudian mengatakan bahwa sudah 300 visa diterbitkan di bawah skema tersebut.

Kemendagri juga mengatakan pihaknya menambah petugas untuk memenuhi peningkatan jumlah jadwal permohonan visa.(Antara/Reuters/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler