Perempuan Bos Daging Kesohor Ini Ramaikan Bursa Pilkada Depok 2020

Selasa, 28 Juli 2020 – 16:09 WIB
Petinggi koalisi Tertata Adil Sejahtera dan petahana, (dari kiri) Ketua Demokrat Depok Edi Sitorus, Ketua PKS Hafid Nasir, petahana M. Idris, Ketua PPP Qonita Lutfiyah, dan Ketua PAN Igun Sumarno. Foto: Ricky/Radar Depok

jpnn.com, DEPOK - Nama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi muncul meramaikan bursa Pilkada Depok 2020.

Diana, pengusaha daging (CEO PT. Suri Nusantara Jaya) yang kesohor di Indonesia maupun internasional itu dinilai bisa bersaing dengan Imam Budi Hartono (IBH), kandidat pendamping bakal calon wali kota dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera, Mohammad Idris.

BACA JUGA: Presiden PKS Sebut Nama Jago Untuk Pilkada Depok 2020

Begini ceritanya. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengungkapkan, sesuai dengan apa yang disepakati dengan Mohammad Idris, Tertata (Demokrat-PAN-PPP) mendukung petahana dan ingin PKS ikut bersama.

“Dalam rapat itu, ada kesepakatan bahwa PKS, Demokrat, PAN dan PPP membentuk koalisi TAS, Tertata Adil Sejahtera. Yang diusung sebagai calon wali kota Pak Idris,” kata Edi kepada Radar Depok, Senin (27/7).

BACA JUGA: Peta Pilkada Depok 2020: PKS Tertata Versus Gerindra-PDIP


Diana Dewi. Foto ini diambil dari radardepokcom

Nah, untuk calon wakil wali kota masih harus disepakati bersama, antara partai yang tergabung di Koalisi TAS dan Mohammad Idris.

BACA JUGA: Virus Corona: Diana Dewi Bagikan Nasi Kotak ke Rumah Sakit Hingga Akhir April

Saat ini, PKS menyampaikan tiga calon dari mekanisme Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira), yakni Imam Budi Hartono, Moh. Hafid Nasir dan T. Farida Rachmayanti.

Sementara dari Tertata, Edi menyebut, memunculkan nama Diana Dewi.

“Inilah yang sedang kami coba sepakati, siapa kira-kira yang akan mendampingi Pak Idris. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat, kesepakatan ini sudah makin mengerucut,” ujarnya.

Tertata sendiri rasional untuk mengusulkan hal tersebut, wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Cimanggis ini pun berharap bisa terdapat kesepakatan yang baik untuk seluruh partai di Koalisi TAS.

“Siapa pun nanti yang dipilih secara rasional, baik dan objektif, Koalisi TAS sendiri akan tetap utuh dan mendukung keputusan tersebut,” tegas Edi.

Para pentolan partai di Koalisi Tertata sendiri sudah pernah bertemu dengan Diana Dewi.
Namun, dalam politik sendiri dinamis, sehingga nantinya akan ada hal-hal yang disampaikan PKS maupun Demokrat, PAN dan PPP.

"Namun, intinya adalah Koalisi TAS, calon wali kota adalah Pak Idris. Sedangkan, untuk wakilnya, masing-masing sudah menyampaikan, tinggal bagaimana keputusannya, kami tunggu. Minggu-minggu ini harus sudah ada kepastian,” ungkapnya.

Edi kembali menegaskan, ke depannya, jika usulan calon wakil walikota dari PKS atau dari Tertata yang dimajukan, seluruh partai yang tergabung dalam Koalisi TAS akan siap dan menerima keputusan tersebut.

"Harus siap. Karena, calon wakil wali kota ini sifatnya hanya usulan, artinya kami tidak bisa memaksakan. Begitu juga PKS, ini harus rembuk. Dari Tertata dan mungkin jadi PKS, mana yang terbaik mendampingi Pak Idris,” tegasnya.

Target Koalisi TAS bukan hanya menang, tetapi bagaimana calon yang didukung mampu melakukan sesuatu untuk Kota Depok.

Seperti diketahui, Diana Dewi merupakan bos daging yang tinggal di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis Kota Depok. (rd/dic/cky)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler