Perempuan Indonesia Dukung KLHK Budayakan Wawasan Lingkungan

Minggu, 18 November 2018 – 08:00 WIB
Diskusi santai Perempuan, Budaya, Digitalisasi dan Lingkungan Hidup. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 mencatat ada sekitar 69,6 juta jiwa perempuan usia sangat produktif (15-49) di Indonesia.

Para perempuan dengan usia sangat produktif ini mendukung perekonomian Indonesia di berbagai sektor, sehingga perempuan sering kali menjadi tolak ukur kemajuan sebuah komunitas.

BACA JUGA: Pesan Untuk Generasi Pramuka Milenial

Semakin banyak perempuan di sebuah komunitas bergerak untuk suatu yang baik, maka semakin mendukung kondisi yang baik dalam lingkungan komunitas tersebut.

Menyadari hal tersebut, KLHK mengundang sejumlah komunitas perempuan, berdiskusi tentang peranan perempuan dalam menjaga lingkungan hidup disekitar mereka.

BACA JUGA: KLHK Serukan Pelestarian Burung Hantu Indonesia

Acara yang diselenggarakan di Jakarta (17/11) ini, mengambil tema "Perempuan, Budaya, Digitalisasi dan Lingkungan Hidup", sebagai langkah untuk menginisiasi kaum perempuan akan pentingnya memahami seluk beluk dunia digital, dan menggunakan teknologi ini menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan.

Dalam diskusinya, Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) KLHK, menyampaikan bahwa, setiap warga negara Indonesia memiliki hak hidup yang sama, bahkan untuk hak untuk memiliki lingkungan hidup yang bersih.

BACA JUGA: 6 Lokasi Dikaji jadi Quick Wins Percepatan Reforma Agraria

"Ini semua dijamin oleh negara, tapi dalam perjalanan sebuah negara, negara perlu membangun ekonomi dan industri. Industri ini seringkali meninggalkan makna menjaga lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia akan memiliki masa depan bila masyarakat mulai melakukan green industry atau industri yang berwawasan lingkungan, dan Indonesia dalam periode pemerintahaan saat ini telah mulai melakukan gerakan industri ramah lingkungan tersebut.

"Indonesia dengan budaya yang majemuk, yang memiliki cita-cita menjadi negara maju di tahun 2050, perlu menyelaraskan antara ideologi dan kebudayaannya," lanjutnya.

Dalam diskusi ini dipaparkan, bagaimana sebuah negara bisa maju tanpa kehilangan kebudayaannya.

Demikian juga halnya dengan Indonesia, Indonesia dalam melakukan kegiatan pembangunan dan ekonomi memiliki ideologi yang bersifat industri berwawasan lingkungan, untuk itu seluruh masyarakat perlu menjadikan wawasan lingkungan sebagai bagian dari budaya, dan dari kebiasaan, sehingga pembangunan Indonesia yang berwawasan lingkungan benar-benar terjadi dan terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KLHK Perkuat Sarana Pengendalian Karhutla di Daerah


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Menteri Siti   KLHK  

Terpopuler