Peringatan Keras Buat yang Mengharapkan Kematian Donald Trump

Sabtu, 03 Oktober 2020 – 09:27 WIB
Presiden Donald Trump di atas pesawat Air Force One beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/REUTERS /Carlos Barria

jpnn.com, WASHINGTON - Pihak Twitter memberi peringatan keras buat para pengguna yang secara terbuka mengharapkan kematian Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kini dilaporkan positif tertulari COVID-19.

Sejumlah pengguna Twitter mengharapkan kesembuhan Trump, tetapi ada yang secara terbuka membuat twit harapan AS 1 akan meninggal karena COVID-19.

BACA JUGA: Begini Reaksi Kim Jong Un Mendengar Donald Trump Kena COVID-19

Twit tersebut dianggap melanggar aturan Twitter.

The Verge melansir, perusahaan sosial media itu akan menangguhkan akun pengguna yang mengaharapkan kematian Trump.

BACA JUGA: Donald Trump Positif Covid-19, Nilai Tukar Rupiah Jadi Lemas

"Kami memprioritaskan penghapusan konten jika ada ajakan bertindak yang berpotensi menyebabkan bahaya di dunia nyata," ujar Twitter.

Dalam sebuah twit, Twitter menambahkan bahwa aturannya tidak selalu berarti penangguhan otomatis.

BACA JUGA: Wanita yang Tewas Digubuk Ternyata Diperkosa sebelum Dibunuh Tiga Rekannya, Begini Kronologinya

Aturan yang berlaku adalah sesuai dengan kebijakan Twitter tentang perilaku yang menyesatkan, yakni sebagai berikut.

Menginginkan atau mengharapkan cedera serius pada seseorang atau sekelompok orang

Kami tidak mentolerir konten yang menginginkan, mengharapkan, atau mengungkapkan keinginan untuk mati, cedera tubuh yang serius, atau penyakit yang fatal terhadap individu atau sekelompok orang, termasuk:

Berharap seseorang meninggal akibat penyakit serius, misalnya, "Saya harap kamu terkena kanker dan mati".

Ingin seseorang menjadi korban kecelakaan serius misalnya, "Saya berharap Anda akan ditabrak mobil saat Anda membuka mulut."

Mengatakan bahwa sekelompok individu pantas mendapatkan cedera fisik yang serius, misalnya, "Jika kelompok pengunjuk rasa ini tidak tutup mulut, mereka pantas untuk ditembak."

Diketahui, setelah mengungkap telah tertulari COVID-19, Trump konon sudah dipindahkan ke kamar khusus di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, untuk beberapa hari ke depan.

Menurut juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany, Jumat, pemindahan tersebut sebagai langkah antisipasi usai Trump dinyatakan positif COVID-19.

"Presiden Trump tetap bersemangat, memiliki gejala ringan dan bertugas sepanjang hari," kata McEnany melalui pernyataan.

"Atas rekomendasi ahli medis dan dokternya, Presiden akan bertugas dari kantor kepresidenan di Walter Reed selama beberapa hari ke depan," lanjutnya.

Dokter mendesak langkah tersebut sehingga Trump dapat segera mendapat perawatan jika diperlukan, menurut pejabat Gedung Putih.

Sumber yang mengetahui kondisi itu mengatakan bahwa Trump mengalami demam ringan. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler