Perintahkan Tutup Produksi Arak Gula, Wayan Koster: Sekali Lagi, Jangan Takut

Senin, 21 Februari 2022 – 01:02 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster (dua dari kanan) saat hadir menyosialisasikan Pergub Bali No 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali di Amlapura, Karangasem, Minggu (20/2/2022). ANTARA/HO-Pemprov Bali.

jpnn.com, AMLAPURA - Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, serta Kabupaten Karangasem menutup produksi arak gula di Kabupaten Karangasem. Sebab, produksi arak gula itu makin menjamur di Kabupaten Karangasem.

"Sekali lagi, jangan takut karena kita harus melindungi yang besar dan yang lebih mulia,” kata Wayan Koster di Amlapura, Karangasem, Minggu (20/2). 

BACA JUGA: Wayan Koster Ditelepon Dirut Garuda Soal Rencana Pembukaan Rute Sydney - Denpasar

Koster menyampaikan hal tersebut saat menyosialisasikan Pergub Bali No 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

“Jadi, saya datang ke sini karena saya dengar produksi arak gula itu tetap melakukan pelanggaran," kata Koster.

BACA JUGA: Polda Bali-Unud Manfaatkan Arak Bali Jadi Disinfektan dan Hand Sanitizer

Dia membeber sejumlah alasan yang mendasari mengapa produksi arak gula itu harus ditutup. 

Pertama, mengancam tradisi dan kelestarian minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali dengan bahan baku lokal.

BACA JUGA: Hadiri Acara Gathering PPMKI Bali, Bamsoet: Koleksi Mobil Klasik Sebuah Investasi Bisnis

Kedua, mengancam kesejahteraan para petani dan perajin arak, karena merugikan harga pasar. 

Ketiga, mematikan cita rasa dan branding arak Bali.

Keempat, membahayakan kesehatan masyarakat karena di dalam destilasi arak gula mengandung ragi sintetis yang terbuat dari bahan kimia. 

Kelima, bertentangan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.

"Jangan biarkan begini-begini, apa tega kita merusak warisan leluhur kita? Apa tega kita merusak produksi tradisional arak kita yang sudah dilakukan secara turun-temurun dan memberikan cita rasa yang luar biasa sampai dikenal? Jangan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi membahayakan nyawa orang lain," kata Koster.

Koster juga terus berupaya mengembangkan potensi arak Bali itu dari hulu sampai hilir. 

Dimulai dengan cara melestarikan kembali pohon jaka, kelapa, ental yang notabene mampu menghasilkan minuman arak ternama di Bali.

Sementara di hilirnya, telah berhasil mengajak Group Marriott Hotel untuk memanfaatkan arak Bali sebagai minuman sajian di 23 hotel yang ada di Pulau Dewata, sesuai dengan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster juga memfasilitasi peralatan destilasi kepada lima kelompok perajin arak Bali di Karangasem.

Bupati Karangsem Gede Dana menyampaikan Karangasem merupakan kabupaten yang memiliki berbagai potensi unggulan, salah satunya minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, yakni dikenal dengan nama arak Bali.

Potensi arak sangat besar di Kabupaten Karangasem, karena didukung oleh petani arak di Kabupaten Karangasem yang berjumlah 1.798. Tersebar di enam kecamatan, dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti nira (aren/jaka, kelapa, mete dan rontal-red).

Dalam upaya pengimplementasian Pergub 1 Tahun 2020, Pemkab Karangasem melalui Tim Terpadu Kabupaten bersinergi dengan Tim Terpadu Provinsi telah melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap keberadaan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali yang menggunakan bahan baku di luar ketentuan pada peraturan tersebut.

"Kami sudah berkali-kali memarahi, namun tetap saja mereka memproduksi, dan saya sempat berpikir apakah boleh Dinas Perhubungan dan Satpol PP kami minta bertugas menjaga di pintu ke luar menuju kabupaten/kota di Bali dan kami setop kendaraan yang membawa jeriken arak berbahan baku gula ini?" ujarnya. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler