Polda Bali-Unud Manfaatkan Arak Bali Jadi Disinfektan dan Hand Sanitizer

Senin, 30 Maret 2020 – 22:31 WIB
Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose menghadiri diskusi dengan Rektor dan Prodi Farmasi Unud dalam kesiapan kegiatan disinfeksi dan pengadaan sanitizer di Gedung Rektorat Unud, Jimbaran, Senin (30/3). Foto: PoldaBali

Pemerintah Indonesia saat ini tengah serius menangani penyebaran virus corona atau COVID-19. Polda Bali pun sudah menurunkan mobil water canon untuk menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus.

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose menegaskan, pihaknya berinovasi dengan membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer dengan menggunakan minuman tradisional arak Bali (redestilasi untuk membuat alkohol 96 persen).

BACA JUGA: Kepala BNN Kabupaten Belitung Positif COVID-19

Dalam kegiatan ini, Polda Bali menggandeng Rektor, Dekan dan Pakar Farmasi yang kompeten di Universitas Udayana (Unud) untuk membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer yang aman dan sesuai standar WHO (World Health Organization).

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Bali saat menghadiri diskusi dengan Rektor dan Prodi Farmasi Unud dalam kesiapan kegiatan disinfeksi dan pengadaan sanitizer di Gedung Rektorat Unud, Jimbaran, Senin (30/3).

BACA JUGA: Satu Anggota Polisi Jadi Tersangka Tewasnya Bripda DS

Kapolda menjelaskan, saat ini cairan disinfektan dan hand sanitizer sangat langka dan sulit dicari oleh masyarakat. Bahkan cairan disinfektan dibuat sendiri oleh masyarakat dengan menggunakan bahan seadanya.

“Hal ini akibat dari kurangnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat. Bahan utama kimia seperti cairan alkohol yang sudah langka dan mahal harganya juga menjadi penyebabnya,” kata Kapolda.

BACA JUGA: Pria yang Tiba-tiba Terkapar di Pinggir Jalan Dibiarkan Warga Begitu Saja, Takut COVID-19

Atas hal tersebut, Kapolda mengajak Unud untuk bekerja sama dalam pembuatan cairan disinfektan dan hand sanitizer. Pihaknya memberikan 3.000 liter minuman tradisional arak Bali untuk diteliti dan diekstrak menjadi alkohol murni 96 persen sesuai dengan standar. Proses ekstrak pemurnian alkohol menggunakan peralatan di labolatorium Fakultas Farmasi Universitas Udayana.

“Polri khususnya Polda Bali akan melakukan segala upaya untuk mendukung Pemerintah Republik Indonesia dalam memerangi penyebaran COVID-19,” ucapnya

Polda Bali juga bekerja sama dengan Universitas Udayana dalam hal ini Fakultas Farmasi dalam pembuatan disinfektan dan hand sanitizer dalam sekala besar. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kelangkaan disinfektan dan hand sanitizer di wilayah Bali, khususnya dalam bidang pelayanan masyarakat.

Jenderal bintang dua kelahiran Manado ini mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran COVID-19 dengan tetap mengikuti seluruh anjuran pemerintah. Salah satunya dengan menerapkan kegiatan social and physical distancing, cuci tangan yang benar, menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga dan tetap menjaga kesehatan di rumah.

Tujuannya adalah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, tidak terpengaruh dengan berita-berita yang belum tentu benar yang beredar di media sosial.

Jika kandungan disinfektan yang dihasilkan memenuhi standar, maka akan digunakan pertama kali di lingkungan Polda Bali dan Universitas Udayana. Selanjutnya cairan hand sanitizer dan disinfektan akan dipergunakan untuk melindungi rakyat Bali.

BACA JUGA: Pemakaman Jenazah Positif COVID-19 di Batuputu Ditolak Warga

“Besok, 31 Maret 2020, Polda Bali bersama unsur Satgas COVID-19 Provinsi Bali akan melaksanakan sterilisasi atau disinfeksi di tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” tandas Kapolda. (cuy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler