Perjalanan Ngawi - Madiun Kini Tinggal Hitungan Menit

Sabtu, 26 Mei 2018 – 18:18 WIB
Lewat tol Ngawi-Wilangan, pengendara cukup menempuh perjalanan 40 menit dari Wilangan, Nganjuk, ke Dumpil, Madiun. Foto: R.Bagus Rahadi/Radar Madiun/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Perjalanan Madiun ke Ngawi selalu membutuhkan waktu minimal satu jam lewat jalan arteri nasional.

Begitu pula sebaliknya. Namun, waktu perjalanan itu terpangkas berlipat jika melalui tol. Cuma 10 menit sudah sampai Ngawi dari Madiun.

BACA JUGA: Batasi Pemasangan Reklame di Tol   

Jawa Pos membuktikannya. Dengan kecepatan 100 km/jam, perjalanan tol Madiun-Ngawi sepanjang 20 km hanya butuh 10 menit.

Bahkan, dengan kecepatan yang sama, waktu tempuh Ngawi ke Wilangan cuma 20 menit. Padahal, jika melalui jalan nasional, setiap kendaraan butuh minimal dua jam.

BACA JUGA: Tol Ngawi-Wilangan, Gratis Hingga 2 Pekan, Wuusss

''Lewat tol memang jauh lebih efisien daripada melalui jalan nasional,'' kata Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno.

Apalagi, pintu tol Ngawi tidak jauh dari jantung kotanya. Bahkan masih masuk kawasan kota.

BACA JUGA: Tol Ngawi – Wilangan, Surabaya sampai Madiun Hanya 2 Jam

Sebab, pintu tolnya hanya selemparan batu dari Terminal Kertonegoro, Ngawi.

Sementara itu, pintu tol Madiun memang terletak di luar kota. Tepatnya di Bagi, Nglames.

Namun, waktu tempuh dari pusat kota tidak terlalu lama. Cuma lima menit.

Karena itu, NKJ menyarankan agar kendaraan-kendaraan logistik lewat tol. Memang, secara kasatmata, tarifnya mahal.

Sebab, setiap kilometer dikenai tarif Rp 1.000. Tetapi, lewat tol jauh lebih efisien ketimbang melalui jalan nasional.

Baik itu dari sisi bahan bakar minyak (BBM) maupun usia pemakaian mesin. Juga dari hal-hal lain.

Tarif itu justru terlihat tidak efisien untuk kendaraan pribadi. ''Kalau mobil pribadi memang terasa berat. Tapi, itu kalau sendirian. Jika satu mobil isinya lebih dari satu orang, itu jauh lebih efisien,'' papar Iwan.

Apalagi, waktu tempuhnya sangat singkat. Ditambah lagi, pemandangannya menyegarkan.

Saat perjalanan dari Madiun, pengemudi dan penumpangnya seperti diajak mendekat ke Gunung Lawu.

Selain itu, kiri-kanan disuguhi pemandangan hijau hamparan sawah. Sebab, sepanjang kiri-kanan tol adalah sawah.

Hanya, ketika musim kemarau, pengemudi juga harus waspada asap. Begitu pun saat musim panen padi.

Ketika musim panen, tidak sedikit petani yang membakar batang padinya di sawah.

Hasil pembakaran batang padi itu tentu menimbulkan asap yang bisa mengganggu perjalanan.

''Selain waspada asap, kami mengimbau pengguna tol untuk tidak membuang puntung rokok. Terlebih saat musim kemarau,'' ujar Iwan.

Sebab, puntung rokok yang dibuang sembarangan rawan menimbulkan kebakaran. Sebaiknya pengguna tol menahan diri lebih dulu untuk merokok.

Toh, waktu perjalanannya singkat. Imbauan yang sama berlaku untuk ruas Wilangan-Madiun. Sebab, ada beberapa ruas yang di kiri-kanannya terdapat hutan jati. (fim/c14/oki/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Jokowi Resmikan Tol Ngawi-Wilangan Siang Ini


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler