Perjuangkan 2 Tokoh Babel dapat Gelar Pahlawan Nasional

Jumat, 16 Maret 2018 – 18:31 WIB
Ketua TP2GD Prov Bangka Belitung yang jug Direktur Utama PT Timah Tbk., M. Riza Pahlevi saat memimpin rapat pengkajian gelar daerah di Jakarta, Kamis (15/3). Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Dua tokoh asal Bangka Belitung yakni Letkol Pas (Pur) H AS Hanandjoeddin dan Depati Amir, akan diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara konsisten terus memerjuangkan penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada keduanya.

BACA JUGA: Sambut Nyepi, Bupati Bengkulu Utara Buka Pawai Ogoh-Ogoh

Hasil rapat Tim P2GD di Kantor Perwakilan PT Timah Tbk di Jakarta, Kamis (15/3), merekomendasi pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi kedua tokoh asal Babel tersebut dilanjutkan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk diproses lebih lanjut.

Direkomendasikan juga agar pengusulan dilaksanakan secepatnya oleh Gubernur Babel melalui Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelum batas akhir pengusulan akhir April 2018 dengan kelengkapan berkas yang sudah lengkap.

BACA JUGA: Bandara Ngurah Rai Ditutup, ada 482 Penerbangan Terdampak

Ketua Tim P2GD M. Riza Pahlevi Tabrani mengharapkan agar pengusulan pemberian gelar Pahlawan Nasional dapat segera direspon dan direalisasikan Pemerintah.

"Bagi masyarakat Babel, gelar Pahlawan Nasional bagi kedua tokoh ini tersebut sangat penting karena bisa menjadi ikon dan momentum mereka untuk lebih erat bersatu dalam membangun Bangka Belitung. Secara psikologis saya pikir ini sangat wajar," ujar M. Riza yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. Timah Tbk ini.

BACA JUGA: Heboh Telur Aneh, Hasil Uji Laboratorium, Oh Ternyata

"TP2GD Provinsi Babel akan selalu mengawal progres pengusulan ini. Kami juga mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat Bangka Belitung agar perjuangan ini dapat segera berhasil," tambah Riza.

Sekretaris TP2GD Provinsi Babel, Akhmad Elvian menekankan pada aspek kelengkapan persyaratan seperti menambah daftar pengabadian nama pada bangunan momumental yang disematkan nama kedua pahlawan tersebut.

Sebagaimana diketahui, nama kedua tokoh ini telah diabadikan sebagai nama bandara di Tanjungpandan Belitung dan Kota Pangkalpinang.

"Terkhusus pada Hanandjoeddin, perlu lebih kita tambah lagi karena hanya terdapat di bandara Tanjungpandan saja. Adapun untuk Depati Amir, literaturnya harus dilengkapi dengan arsip nasional juga," jelas Elvian.

Ditanya soal target pencapaian pengusulan, Elvian mengharapkan semoga pada perayaan Hari Pahlawan tahun ini sudah muncul nama pahlawan asal Babel.

“Kami harapkan Babel mendapatkan Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember nanti,” ujarnya.

Upaya pengusulan tokoh Depati Amir dan Hanandjoeddin sebelumnya telah banyak dilakukan berbagai elemen masyarakat Bangka Belitung.

Pada Pebruari lalu misalnya, salinan dokumen berkas pengusulan H. AS Hanandjoeddin menjadi Pahlawan Nasional, secara resmi disampaikan penulis buku "Sang Elang", Haril M. Andersen mewakili masyarakat Pulau Belitong kepada Ketua TP2GD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Riza Pahlevi di Pangkalpinang.

Terbaru, Ikatan Karyawan Timah (IKT) yang juga notabene karyawan PT Timah Tbk sekaligus bagian dari masyarakat Bangka Belitung menggelar seminar tentang kepahlawanan dua tokoh heroik tersebut yang bertajuk “Depati Amir dan HAS Hanandjoeddin, Rangkaian Perjalanan Pahlawan Nasional Bangka Belitung”. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usai Dicekoki Narkoba, 7 Cewek Disuruh Melayani Pria di THM


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler