Perkembangan Terbaru Perkelahian Sejumlah Anggota Polri dan TNI di Tembagapura

Senin, 29 November 2021 – 12:32 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati/aa.

jpnn.com, JAKARTA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan perkembangan terbaru kasus perkelahian sejumlah anggota Polri dengan TNI di Tembagapura, Timika, Papua.

Menurut Irjen Mathius, insiden perkelahian telah diselesaikan secara damai.

BACA JUGA: Lihat, Aksi Gagah Kopassus saat Latihan Militer Bareng Tentara Australia

Dia juga menyatakan perkelahian itu terjadi hanya kesalahpahaman, bukan bentrok atau keributan besar.

"Tidak ada bentrok, salah paham saja itu. Sudah diselesaikan, sudah berdamai," ujar Marthinus saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/11).

BACA JUGA: Keren juga ya Cara Indonesia Dukung Perjuangan Palestina, Begini

Video diduga keributan antara anggota TNI tergabung dalam Satgas Nanggala Kopassus dan anggota Polri dari Satgas Amole di Kabupaten Mimika beredar di media sosial.

Menurut Mathinus, Satgas Nanggala dan Satgas Amole sama-sama berada di bawah Operasi Satgas Nemangkawi.

BACA JUGA: Pemerintah Ambil Langkah Tegas Cegah Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia

"Nanggala juga kan itu di bawah Kapolda, karena di bawah Operasi Nemangkawi. Amole juga sama di bawah Kapolda, sudah diselesaikan langsung," katanya.

Marthinus tidak memerinci soal adanya korban dalam perkelahian tersebut, tetapi dia memastikan permasalahan sudah diselesaikan.

"Korban luka-luka biasa saja. sudah diselesaikan. Tidak masalah ya. Insyaallah aman-aman saja," katanya.

Berdasarkan siaran pers Humas Polda Papua, peristiwa kesalahpahaman tersebut terjadi Sabtu (27/11) bertempat di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua.

Kesalahpahaman berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 sedang berjualan rokok.

Selanjutnya tiba Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan.

Selanjutnya terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam Personel Amole Kompi 3 Penugasan.

Dalam keterangan pers tersebut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kasus tersebut merupakan kesalahpahaman antara personel Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole.

Pimpinan masing-masing setelah menerima laporan, langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.

Saat ini permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai.

"Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan," kata Kamal.

Situasi di Kabupaten Mimika, khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua aman dan kondusif.(Antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler