Perkuat Ekosistem Ekspor Berkelanjutan, LPEI Gandeng IPB

Kamis, 13 Oktober 2022 – 03:22 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Foto dok LPEI

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengukuran developmental impact.

Pengukuran ini sebagai indikator kontribusi LPEI terhadap pengembangan ekspor nasional dari penggunaan Penyertaan Modal Negara (PMN), yang diterima oleh lembaga yang telah tersalurkan dengan baik.

BACA JUGA: Dengar Lesti jadi Korban KDRT, Aurel Hermansyah Langsung Datang Tengah Malam

“Dukungan PMN ini tentunya membuat LPEI memiliki tingkat permodalan yang lebih baik untuk mengatasi dinamika ekonomi dalam menjalankan mandat ke depan,” ujar Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso.

Sepanjang enam bulan pertama 2022 secara year on year, total outstanding penjaminan (komersial dan PEN) LPEI mencapai Rp 12,4 triliun atau naik 24,5%, plafon asuransi sebesar Rp 17,5 triliun atau meningkat 82,3%, dan volume trade finance mencapai Rp 8,4 triliun, melonjak sebesar 125,8%.

BACA JUGA: Tingkatkan Ekspor Nasional, LPEI Gandeng LDKPI

Adapun rasio pembiayaan UMKM terhadap total pembiayaan per Juni 2022 yakni sebesar 16,9%.

Ke depannya, fokus lembaga adalah meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM dengan cara berkolaborasi dengan ekosistem ekspor.

BACA JUGA: BTN Luncurkan Program KPR Rent To Own

Riyani menuturkan LPEI berkomitmen mendorong pelaku UMKM ekspor guna mewujudkan beyond finance, developmental impact, dan sustainability.

Oleh karena itu bukan hanya dari sisi pembiayaan, selama 2022 (per Juni) LPEI juga melakukan kegiatan dan pendampingan CPNE (Coaching Program for New Exporters) kepada 284 UMKM berorientasi ekspor di lima kota yaitu Semarang, Aceh, Jakarta dan Bandung.

Selain itu, terdapat fasilitas market handholding untuk membantu pemasaran produk UMKM.

Pada 2022 (per Juni) LPEI memiliki 496 produk yang di posting pada akun Alibaba dan melakukan business matching ke Australia, Arab Saudi, Nigeria, Korea Selatan dan Inggris.

Hingga Juni 2022, jasa konsultasi LPEI telah melakukan capacity building kepada 12.901 petani/nelayan yang menciptakan 134 desa devisa, dan melahirkan 123 eksportir baru.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler