Perkuat Program Langit Biru Pertamina, Aturan Distribusi BBM Harus Direvisi

Rabu, 18 November 2020 – 21:42 WIB
Petugas SPBU saat melayani konsumen. Foto ilustrasi: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, langkah Pertamina mengedukasi masyarakat untuk beralih menggunakan BBM oktan tinggi sudah cukup baik.

Contohnya, lewat promo potongan harga Pertalite setara harga produk Premium untuk 85 kabupaten/kota yang ada di Pulau Jawa dan Bali, melalui program Langit Biru.

BACA JUGA: Kakak Beradik Menyerahkan Diri, Pengakuan Mereka Bikin Elus Dada

"Kebijakan Pertamina itu membuat pengendara sepeda motor, kendaraan roda tiga, angkot pelat kuning, dan taksi pelat kuning, bisa membeli bahan bakar oktan tinggi dengan harga diskon," kata Mamit dalam keterangannya, Rabu (18/11).

Menurut dia, langkah Pertamina itu sudah tepat. Sebagai bentuk edukasi dan dukungan kepada pemerintah.

BACA JUGA: Istri Menunggu hingga Sore Hari, Ternyata Pak Andarias tak Kembali Lagi, Kami Ikut Berduka

Agar program Langit Biru makin optimal, Mamit mendorong Kementerian ESDM segera merevisi aturan mengenai pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, terutama di Jawa Madura Bali (Jamali).

Oleh karena itu, kata Mamit, aturan kewajiban pendistribusian Premium bertolak belakang dengan Paris Agreement.

BACA JUGA: Kurangi Polusi Udara, Pertamina Lanjutkan Program Langit Biru

"Tidak ada jalan lain, Kementerian ESDM harus segera merevisi aturan tersebut, sehingga tak ada lagi kewajiban pendistribusian Premium dan ini bisa diawali di Jamali," ujar pengamat energi itu.

Revisi aturan tersebut, kata Mamit sangat penting sebagai bentuk dukungan terhadap Paris Agreement dan sesuai PP nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara.

Jika terus menggunakan bahan bakar RON rendah, maka Indonesia akan jadi sorotan internasional.

Untuk itu, Mamit mengingatkan perbaikan kualitas udara di Jamali memang sudah mendesak, salah satu cara untuk memperbaiki yakni memperluas konsumsi bahan bakar RON tinggi seperti Pertamax.

"Salah satu kontributor pencemaran udara adalah sektor transportasi. Sebagai bukti saat PSBB dilakukan kualitas udara jauh lebih baik," ujarnya.

Mamit menilai program Langit Biru harus diteruskan di kabupaten/kota lain terutama di Jamali.

Disampaikan Mamit, banyak manfaat BBM yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari pembakaran mesin menjadi lebih baik.

Kemudian Jarak tempuh menjadi lebih jauh, dan mesin menjadi lebih terawat. (esy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler