Perlu Diawasi, Tahap Perencanaan Hingga Implementasi APBD

Selasa, 07 Juli 2015 – 10:59 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Pengamat Ekonomi Hendri Saparini menilai, realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memang sangat sangat berpengaruh pada upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu penyerapan APBD perlu dipercepat dalam bentuk program pembangunan.

“Kalau APBD dipercepat untuk ditetapkan, maka diharapkan realisasi lebih cepat. Tapi ada faktor lain, yakni kualitas perencanaanya. Kalau ternyata perencanaan pembangunan juga bermasalah, maka akan tidak baik. Misalnya mau bangun tower, ternyata di tanah rawa,” ujar Saparini dalam diskusi yang digelar Kemendagri, Senin (6/7).

BACA JUGA: Ekonomi Melemah, Jangan Berharap Ekspor

Saat ditanya apakah lambatnya penyerapan APBD karena lemahnya perencanaan, Saparani mengaku tidak mengetahui secara persis. Namun begitu menurutnya, jika memang pelambatan karena lemahnya perencanaan pembangunan, maka perlu tenaga pendamping.

Selain perencanaan, pada tataran implementasi menurut Saparini, juga perlu diperhatikan dengan baik. Alasannya, perencanaan yang baik tanpa implementasi yang baik, juga tidak akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Malah akan memperburuk keadaan. Apalagi jika sampai daerah lamban merealisasikan penyerapan APBD, hanya karena takut tersangkut masalah hukum.

BACA JUGA: Penyerapan APBD Provinsi Riau Terendah, Gorontalo Tertinggi

“Lalu masalah implementasi. Saya kira juga perlu diperhatikan betul. Karena perencanaan bagus, tapi kalau ternyata ada kekhwatiran tentang hukum, tentu juga tidak akan berjalan. Makanya kita perlu sama-sama mendorong Pemda dan pemerintah pusat. Kalau ada perencanan lemah, harus diawasi,” kata Saparini. (gir/jpnn)

 

BACA JUGA: Investasi Asing ke RI Naik 20 Persen

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Daging Sapi Terkerek Minimnya Pasokan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler