Permintaan Stabil, Harga Apartemen Tetap Naik

Selasa, 22 Agustus 2017 – 08:53 WIB
Apartemen. Ilustrasi Foto: dok.JP

jpnn.com, SURABAYA - Harga apartemen di Surabaya tetap naik meski permintaan pada semester pertama 2017 cenderung stabil.

Senior Associate Director and Research Colliers International Ferry Salanto menyatakan, permintaan apartemen strata title didominasi investor. Biasanya, mereka membeli beberapa apartemen sekaligus.

BACA JUGA: Pertamini Dijadikan Penyalur Resmi, Jual Produk Baru BBM

Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Alasan mereka membeli ialah untuk mendapat keuntungan dari sewa.

”Persoalannya, pasar sewa tidak bergerak. Salah satu penyewa yang diandalkan adalah ekspatriat,” ujar Ferry kemarin (21/8).

BACA JUGA: Divestasi Freeport Beres, Tinggal Tunggu Perpajakan

Ketika permintaan dari ekspatriat mendatar, kenaikan harga apartemen hanya tumbuh 4 persen jika dibandingkan dengan semester sebelumnya.

Padahal, dalam kondisi normal, kenaikan harga apartemen bisa 10–15 persen. Karena permintaan stabil, kenaikan harga apartemen lebih disebabkan munculnya proyek baru yang harganya di atas proyek-proyek sebelumnya.

BACA JUGA: Sri Mulyani Jamin Harga BBM dan Tarif Listrik Tahun Depan Tak Naik

Harga apartemen di Surabaya juga dipengaruhi lokasi. Pertumbuhan harga tertinggi berada di kawasan Surabaya Timur, mencapai 7 persen. Harga apartemen di kawasan Surabaya Pusat justru terkoreksi minus 1,4 persen.

”Jadi, ini sebenarnya time to buy. Tapi, pasar harus tahu risk karena return (harga sewa) belum bagus,” jelas Ferry.

Data Colliers International menunjukkan, stok apartemen strata title pada semester pertama 2017 tumbuh 1.224 unit. Dengan demikian, totalnya menjadi 28.887 unit.

Diperkirakan, total unit apartemen di Surabaya akan meningkat menjadi 33.414 unit pada empat tahun ke depan.

Penambahan unit baru tersebut berasal dari 45 proyek baru dengan daerah favorit di Surabaya Timur dan Surabaya Barat.

Pengembang yang mendominasi pasokan apartemen adalah Pakuwon Group dengan proyek-proyek yang menyasar berbagai target pasar.

Lokasinya juga berpencar, mulai dari Surabaya Barat, Surabaya Timur, hingga Surabaya Pusat.

Selain itu, ada Puncak Group yang membidik segmen menengah ke bawah. Pada semester pertama tahun ini, kontribusinya terhadap total pasokan sekitar 27 persen.

Menyusul PT PP Properti yang diproyeksi berkontribusi 8 persen terhadap total suplai ke depan. (res/c6/noe)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dongkrak Daya Beli Masyarakat, Harga BBM dan Listrik tak Naik


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler