Permintaan Tunda Pleno Rekap Suara tak Realistis

Sabtu, 19 Juli 2014 – 21:29 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kubu calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meminta KPU RI menunda sidang pleno rekapitulasi suara yang dijadwalkan tanggal 22 Juli 2014.

Pasangan capres nomor urut 1 itu meminta penundaan dengan alasan menemukan indikasi kecurangan.

BACA JUGA: Prabowo-Hatta Hanya Menang di Satu Kabupaten

Namun, alasan dugaan kecurangan itu tak cukup kuat untuk menunda pleno rekapitulasi suara. Dosen Fisip UNDANA Kupang, Rudi Rohi menilai bahwa penundaan pengumuman hasil pemilu hanya bisa dilakukan dengan alasan yuridis.

"Bahkan alasan yuridis pun harus memenuhi unsur pembuktian awal secara substansial dan bukan sekedar alasan administratif-teknis yang masih dalam perdebatan, apalagi jika alasannya politis,” ujar Rudi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/7).

BACA JUGA: Polri Diminta tak Segan Tindak Aktor Penggerak Kerusuhan

Sesuai undang-undang, penetapan hasil pemilu dilakukan paling lama satu bulan setelah waktu pemungutan suara. Artinya, masih ada waktu tambahan dua minggu bagi KPU untuk melakukan penetapan.

Namun, menurut Rudi, waktu pengumuman hasil pilpres yang dijadwalkan tanggal 22 Juli 2014 tidak bisa serta merta diubah.

BACA JUGA: Seknas Jokowi: Jangan Terpancing Isu Pemecah Persatuan Bangsa

"Jika dipaksakan untuk ditunda waktu pengumuman tanpa alasan yuridis yang substansial, maka saya kira hal itu hanya akan mengurangi legitimasi dan kekuatan hukum dari regulasi yang telah ditetapkan bahkan cenderung melanggarnya dan merusak independensi serta kewibawaan KPU,” papar Rudi.

Masih kata Rudi, sejumlah indikasi pelanggaran dalam pilpres 9 Juli 2014 lalu memang tidak bisa dipungkiri. Tetapi, tindak lanjut indikasi tersebut sudah ada mekanismenya dan tidak akan mengganggu waktu pengumuman hasil pemilu.

"Bukankah sebelumnya juga ada beberapa pelanggaran yang terjadi tetapi telah dilakukan pemilihan ulang tanpa mengganggu seluruh tahapan pilpres. Saya kira realistis sajalah dan tidak usah mempolemikkan hal-hal yang tidak perlu. Rakyat sudah bosan dengan politisasi hasil pemilu model begini,” tandasnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Timses Yakin Prabowo Unggul Tipis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler