Pernyataan Berani dari Gubernur Ganjar Pranowo soal Audisi PB Djarum

Rabu, 11 September 2019 – 16:04 WIB
Ganjar Pranowo. ANTARA/Dok. Humas Pemprov Jateng/am.

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta PB Djarum melanjutkan audisi umum beasiswa bulu tangkis. Pria kelahiran Karanganyar berusia 50 tahun itu juga berani bertanggung jawab penuh jika terjadi hal kurang diinginkan.

"Saya minta PB Djarum silakan lanjutkan audisi. Gubernur Jawa Tengah tanggung jawab penuh jika ada apa-apa," katanya di Semarang, Rabu (11/9).

BACA JUGA: KPAI Minta PB Djarum Ganti Logo Audisi, Bukan Menghentikan

Ganjar mengaku sudah menghubungi langsung pengurus PB Djarum yang berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan meminta audisi beasiswa bulu tangkis dilanjutkan.

Berdasarkan informasi yang Ganjar terima, PB Djarum secara manajemen berbeda dengan PT Djarum Kudus yang memproduksi rokok. PB Djarum telah melakukan pembinaan bulu tangkis sejak 1969 dan selama ini tidak pernah berbicara tentang rokok.

BACA JUGA: Berpolemik dengan KPAI, PB Djarum Setop Audisi Beasiswa Bulu Tangkis

"Kata pengurus PB Djarum, 'pak saya ini tidak bisnis rokok, saya ini cuma mengelola ini saja, cuma mengelola badminton, kok saya disalahkan', begitu katanya," ujar Ganjar menirukan percakapannya dengan pengurus PB Djarum.

Menurut Ganjar, menjadi tuduhan yang aneh jika proses pembinaan yang dilakukan selama ini oleh PB Djarum dikatakan sebagai bentuk eksploitasi anak.

"Bayangkan, sejak 1969 lo, usia saya saat itu baru setahun, mereka (PB Djarum) sudah concern dalam pembinaan atlet, kok tiba-tiba sekarang disalahkan," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, keterlibatan swasta dalam program pembinaan atlet sangat penting karena diakui atau tidak, prestasi olahraga di Indonesia saat ini masih jelek.

Kendati mendukung audisi bulu tangkis PB Djarum terus berlanjut, Ganjar meminta dorongan publik untuk membubarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dihentikan dan meminta tidak ada lagi hastag #BubarkanKPAI di berbagai akun media sosial. (wisnu/ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler