Pernyataan PDUI Sumut ke Pemerintah Terkait Tenaga Medis yang Meninggal Dunia karena Corona

Rabu, 22 Juli 2020 – 22:12 WIB
Ketua PDUI Sumut, Rudi Rahmadsyah Sambas. Foto: pojoksatu.id

jpnn.com, MEDAN - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumut mendata ada sekitar tujuh dokter di Sumatera Utara meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

“Dari data kami, ada tujuh doter yang telah meninggal dunia di Sumut karena COVID-19. Mereka terdiri dari dokter umum dua orang, dokter bedah satu orang, anastesi satu orang, dokter syaraf satu orang dan dokter ahli jantung satu orang,” ujar Ketua PDUI Sumut, Rudi Rahmadsyah Sambas, Rabu (22/7/2020).

BACA JUGA: Ini Total Kasus Penyelewengan Dana Bansos COVID-19 yang Ditangani Polri, Banyak Banget

“Saya atas nama PDUI Cabang Sumatera Utara turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnyatenaga kesehatan kita yang ada di Sumatera Utara, baik itu dokter umum maupun dokter spesialis yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya menangani wabah COVID-19 ini,” lanjutnya.

Selain yang meninggal, Rudi mengakui tak sedikit pula tenaga medis yang terpapar virus ini dan sedang dalam perawatan serta isolasi di rumah sakit rujukan corona di Sumut.

BACA JUGA: Viral, Video Perbuatan Terlarang Dua PNS Pemprov Riau Bikin Geger Warganet

“Tetapi, keterbatasan informasi, kita tidak bisa mendapatkan data keselurahannya,” jelasnya.

Untuk itu, agar jumlah korban dokter terpapar Corona tidak meningkat, Rudi berharap ada keringanan untuk dokter dalam menjalankan tugas, seperti pemberlakuan jadwal rotasi jaga secara bergantian agar tidak terlalu memporsir tenaga.

BACA JUGA: Seorang Ibu dan Anak Kandung Dipergoki Warga Tengah Begituan di Rumah, Ngakunya Baru Sekali

Dia mencontohkan salah satunya untuk dokter yang bertugas di Puskesmas.

“Untuk dokter khususnya yang bertugas di Puskesmas, kami berharap diberikan keringanan dengan tidak melayani masyarakat sama seperti saat sebelum pandemi dengan diberikan jadwal jaga bergantian,” jelas pria yang bertugas di Puskesmas Langkat ini.

Selama ini, para dokter di Puskesmas mulai bekerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. “Kalau begini, dokter bisa terkuras energinya. COVID-19 ini kan menyerang imune tubuh, kalau kelelahan akan gampang terserang. Karena kalau terus terjadi maka kemungkinan terpapar lebih tinggi,” lanjutnya.

Rudi menjelaskan, PDUI Sumut akan segera berkoodinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut agar mengeluarkan surat edaran kepada kabupaten/kota terkait hal ini.

“Agar rotasi ini jaga tenaga kesehatan ini dapat segera diberlakukan, maka Provinsi Sumatera Utara akan dapat menekan angka tenaga medis kita yang terpapar COVID-19 ini di masa mendatang,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh Pengurus Komisariat PDUI se-Sumut agar terus berkoordinasi dengan IDI maupun Bupati serta Wali Kota di wilayah kerjanya masing-masing agar berkoordinasi terkait hal tersebut.

“Agar jangan sampai lagi jatuh korban dari tenaga medis, karena COVID-19 ini,” pungkasnya.

Rudi menegaskan peningkatan jumlah tenaga medis yang meninggal di Sumut telah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA: Haryono Tewas Dikeroyok di Depan Istri, Kapolrestabes Sampai Turun Tangan

Sementara itu, data per Rabu (22/7/2020) sore, ada sebanyak 3.163 orang terkonfirmasi positif corona di Sumut dengan 161 orang meninggal dunia. (nin/pojoksatu)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler