Pernyataan Resmi Kementerian BUMN soal Posisi Ahok

Sabtu, 23 November 2019 – 07:03 WIB
'Ahok'. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir telah mengonfirmasi penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Kementerian yang dipimpin Erick itu pun juga sudah mengeluarkan pernyataan terkait hal tersebut, dan juga soal pengisi kursi direksi dan komisaris di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

BACA JUGA: Ini Pesan dan Doa Waketum Gerindra ke Komut Pertamina Ahok

Selain Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina, juga ditunjuk Wakil Menteri I BUMN, Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama.

Ahok akan menggantikan Tanri Abeng yang sebelumnya mengisi posisi tersebut sejak 2015. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, selain mengangkat Komisaris dan Wakil Komisaris Utama, Kementerian BUMN juga akan mengganti Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) yang saat ini dijabat oleh Pahala N Mansury.

BACA JUGA: Ahok Jadi Komut Pertamina: Sudah Sah, Jangan Gaduh Lagi ya

Posisi tersebut akan diisi oleh Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel.

“Iya insyaallah, saya rasa (penunjukan Direksi dan Komisaris PT Pertamina) sudah putus dari beliau (Presiden Jokowi). Pak Basuki akan menjadi Komisaris Utama lalu didampingi oleh Wamen, Pak Budi menjadi Wakil Komisaris Utama,” ujar Erick.

BACA JUGA: Ahok Akan Beri Pelajaran Khusus di Sekolah Partai PDI Perjuangan

Sedangkan Pahala Mansury, akan memimpin PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Direktur Utama. Sementara, posisi Komisaris Utama BTN akan diduduki oleh Chandra Hamzah.

“Mengapa Chandra Hamzah menjadi Komisaris Utama karena memang background-nya adalah hukum, kami tahu bahwa di BTN itu ada isu-isu yang kurang baik yang tentu harus dilihat secara hukum. Apalagi BTN ini kan ujung tombak dari pembiayaan perumahan rakyat, sehingga kalau nanti ini tidak sehat, kan tidak bagus,” lanjutnya.

Erick juga menjelaskan alasan penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Menurut mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 tersebut, Erick menginginkan figur pendobrak yang dapat membantu PT Pertamina mencapai target-target yang telah ditentukan.

“Saya rasa bagian terpenting adalah bagaimana target-target Pertamina bisa tercapai, bagaimana mengurangi impor migas bisa tercapai. Kami perlu figur pendobrak supaya ini semua sesuai target,” ujar Erick.

Ia menjelaskan peran Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina mulai diproses Senin (25/11). Sementara itu, untuk jajaran petinggi BTN baru akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham akhir bulan ini.

Mengenai pembinaan BUMN ke depan, Erick menegaskan bahwa dirinya akan langsung menakhodai BUMN dalam rapat bulanan. “Saya akan langsung melakukan rapat bulanan dengan mengundang 30 perusahaan BUMN yang dihadiri oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama secara bersamaan. Karena tidak mungkin Direksi berjalan tanpa dukungan Komisaris, dan Komisaris pun bukan Direksi yang melakukan kerja sehari-hari, keduanya saling terikat satu sama lain,” katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler