Persaingan tak Ketat, Okupansi Hotel Bintang 5 Paling Tinggi

Jumat, 09 September 2016 – 03:04 WIB
PHRI. Foto: Ist

jpnn.com - SURABAYA – Kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah berdampak pada pembatalan kegiatan di hotel. Akibatnya, tingkat okupansi hotel pada kuartal ketiga tahun ini diprediksi tak tumbuh signifikan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim M. Soleh menyatakan, okupansi hotel pada kuartal ketiga (Juli–September) terimbas pemangkasan anggaran Rp 133 triliun.

BACA JUGA: Sapi Bantuan Ternyata Dijual ke Pedagang

’’Rencana meeting beberapa kementerian dibatalkan. Karena itu, kami tidak berharap banyak pada kuartal ketiga tahun ini,’’ jelasnya kemarin (7/9).

Selain high seasons liburan akhir tahun, okupansi pada kuartal keempat diprediksi naik. Sebab, instansi pemerintah dan korporasi akan berlomba-lomba memenuhi target penyerapan anggaran.

BACA JUGA: Indofood Dapat Suntikan Rp 6,32 Triliun

Sementara itu, market meeting, incentives, convention, dan exhibition (MICE) dari non-pemerintah, baik Surabaya maupun Jatim, tidak begitu banyak.

’’Pada kuartal keempat juga ada momen liburan Natal dan tahun baru. Tentu meningkatkan perjalanan para wisatawan Nusantara dan mancanegara,’’ tutur Soleh.

BACA JUGA: Proyek Infrastruktur Gencar, Truk Tonase Besar Laris Manis

Sepanjang semester pertama, okupansi hotel-hotel di Jatim mencapai 50 persen. Khusus Surabaya sekitar 60 persen. Soleh optimistis okupansi semester kedua meningkat 15–20 persen jika dibandingkan dengan semester pertama.

”Dari sisi kategori, hotel bintang lima memiliki okupansi tertinggi karena tingkat persaingan yang tidak begitu ketat. Kemudian diikuti hotel bintang empat, dua, dan tiga,’’ ucapnya.

Potensi market wisatawan domestik dan asing bagi perhotelan masih menjanjikan. Terutama penetapan Jatim sebagai satu di antara sepuluh destinasi wisata unggulan Indonesia melalui Bromo, Tengger, dan Semeru.

’’Kendalanya pada akses menuju lokasi dan pengelolaan obyek wisata yang kurang profesional. Promosi dan branding juga masih perlu diperbaiki,’’ ungkap Soleh. (res/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cadangan Devisa Cukup untuk Biayai 8 Bulan Impor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler