Pertamina Diminta Lanjutkan Proyek Strategis di Indonesia Timur

Kamis, 04 Juni 2020 – 13:06 WIB
Kantor Pusat Pertamina. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendorong Pertamina untuk melanjutkan sejumlah proyek strategis di kawasan Indonesia bagian timur.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menilai, proyek strategis nasional yakni pembangunan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah cara pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat kawasan timur Indonesia.

BACA JUGA: Sejumlah Tokoh Bakal Menggugat Jokowi dan Pertamina, Laode Ida Beri Saran Begini

"Kalau dilihat dari aspek sosialnya tentu proyek ini menjadi salah satu poin untuk menyejahterakan masyarakat kawasan timur Indonesia,” kata Haris Pertama, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/6).

Haris pun mendukung langkah Pertamina yang terus fokus dalam proyek ini, meski Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Langkah Pertamina ini Dinilai Ampuh Tekan Angka Pengangguran

Proyek tersebut juga diarahkan untuk menjaga ketahanan energi nasional khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

"Dengan peningkatan kapasitas sebesar 100.000 BOPD dari 260.000 menjadi 360.000 BOPD setidaknya ke depan dapet memenuhi kebutuhan BBM di kawasan Kalimantan dan sekitarnya," ujarnya.

BACA JUGA: KNPI Minta BUMN dan BUMD Mendampingi Rakyat Menghadapi New Normal

Sebelumnya, Pertamina sempat melaporkan proyek tersebut berjalan sesuai rencana dengan progress telah mencapai 16,32 persen di tengah pandemi COVID-19.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan progress RDMP Balikpapan saat ini masih sesuai target meskipun dalam pelaksanaan pengerjaannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis nasional yang telah ditetapkan untuk terus dijalankan di tengah pandemi COVID-19 serta fluktuasi harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dollar. Proyek ini penting untuk memastikan ketahanan dan kemandirian energi nasional dapat segera terwujud," ujar Fajriyah.

Dia menuturkan progress RDMP Balikpapan per 17 Mei 2020 meliputi empat pekerjaan yakni engineering (6,05 persen), Procurement (5,85 persen), Construction (4,38 persen), dan Commissioning (0,03 persen), sehingga secara keseluruhan mencapai 16,32 persen.

Proyek RDMP dan GRR secara keseluruhan, tambah Fajriyah, saat ini mempekerjakan sekitar 5.000 tenaga kerja di mana mayoritas di RDMP Balikpapan.

Pada umumnya pekerja di RDMP Balikpapan berasal dari pekerja lokal, sehingga pihaknya harus terus menjaga keberlangsungan proyek ini agar ekonomi masyarakat di wilayah operasi bisa terus tumbuh dan bergerak maju.

Menurut Fajriyah, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V.

"Proyek RDMP Balikpapan juga disinergikan dengan pembangunan New Crude Lawe-Lawe Tankage Facility dengan kapasitas penyimpanan sebesar 2 juta barel," pungkasnya.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler