Pertamina Kebut Proses Upgrade Kilang Balikpapan

Jumat, 09 September 2016 – 06:33 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – PT Pertamina menargetkan proyek refinery development master plan program (RDMP) Balikpapan selesai dalam tiga tahun. Untuk itu, perseroan pelat merah tersebut sudah menyiapkan strategi.

Pertamina menggarap front end engineering design (FEED) secara paralel dengan basic engineering design (BED) sejak Juli. Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi menyatakan, penggarapan FEED fase I dan fase II dimulai sejak kemarin.

BACA JUGA: Subsidi Solar Dipangkas!

Jika strategi tersebut berhasil, pekerjaan fisik peningkatan kapasitas kilang minyak di Balikpapan itu bisa dimulai pada pertengahan 2017 dan selesai pada September 2019.

Pertamina sudah memiliki timeline yang tegas untuk menyelesaikan FEED. Licensor management ditargetkan beres 9 Januari 2017, sedangkan revamp unit ditargetkan selesai 15 Maret 2017.

BACA JUGA: PGN Maksimalkan FSRU Lampung

Sementara itu, FEED untuk unit-unit baru seperti diesel and kerosene hydrotreaters, platformer, continuous catalytic reformer, dan residual fluid catalytic cracker (RFCC) ditargetkan selesai 30 Juni 2017.

Jika semua lancar, FEED menghasilkan nilai modal kerja (capital expenditure) pada 15 Juli 2017.

BACA JUGA: Persaingan tak Ketat, Okupansi Hotel Bintang 5 Paling Tinggi

Pertamina menyerahkan penggarapan FEED enam unit crude distillation unit (CDU) dan vacuum distillation unit (VDU) kepada Bechtel International. Prosesnya digarap di Houston, London, dan New Delhi.

’’Kami akan memberangkatkan lagi delapan puluh insinyur Pertamina ke tiga lokasi untuk bekerja bersama Bechtel,’’ jelas Rachmad.

Kilang Balikpapan saat ini berkapasitas 260 ribu barel per hari. Setelah upgrading tahap pertama, kapasitas kilang itu meningkat menjadi 360 ribu barel per hari.

Kilang tersebut mampu mengolah crude jenis expo dari Rusia dan Azerbaijan serta sour dari Arab Saudi, Iran, dan Afrika. Biaya proyek RDMP tahap pertama mencapai USD 2,6 miliar.  

Pertamina kini menggarap enam proyek kilang minyak. Empat proyek upgrading kilang dilaksanakan di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Balongan (Indramayu). Sementara itu, dua proyek kilang baru dibangun di Tuban dan Bontang.

’’RDMP lebih sulit daripada proyek kilang baru karena dibangun di unit yang beroperasi,’’ kata Rachmad.

Saat seluruh proyek tersebut selesai, Indonesia diperkirakan tidak perlu mengimpor BBM. Sebab, seluruh kebutuhan sudah bisa dipenuhi di dalam negeri. (dim/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sapi Bantuan Ternyata Dijual ke Pedagang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler