Pertamina Pastikan Operasional di Fuel Terminal Bima NTB Berjalan Lancar

Jumat, 29 April 2022 – 16:34 WIB
Sejumlah anggota polisi mengecek air laut berwarna cokelat di Teluk Bima, Nusa Tenggara Barat. Pertamina memastikan tidak ada kebocoran pipa atau tumpahan minyak terkait fenomena di Teluk Bima tersebut. Foto: ANTARA/HO-Polda NTB

jpnn.com, BIMA - Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Deden Mochammad Idhani memastikan tidak ada kebocoran pipa seperti yang diisukan sejumlah pihak terkait gumpulan berwarna cokelat yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Hingga saat ini, kami memastikan operasional di Fuel Terminal Bima berjalan lancar, tidak ada kegagalan operasi ataupun kebocoran pipa," kata Deden Mochammad Idhani, Jumat (29/4).

BACA JUGA: Pertamina Percepat Peningkatan Bauran Energi dengan Membangun Binary Unit

Dia memastikan PT Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus berkomitmen untuk terus mendistribusikan kebutuhan BBM dan LPG kepada masyarakat, khususnya di NTB melalui 3 terminal BBM, yaitu Integrated Terminal Ampenan, Fuel Terminal Badas dan Fuel Terminal Bima.

Status operasional di Fuel Terminal Bima juga telah mendapatkan PROPER biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ini berarti bahwa Pertamina sudah patuh terhadap seluruh regulasi untuk pengelolaan lingkungan.

BACA JUGA: Pertamina Kerahkan 40 Bus untuk Dukung Mudik Aman Mudik Sehat Bersama BUMN 2022

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Jaidun bersama timnya sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada Kamis (27/4).

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa gumpalan yang terjadi di Teluk Bima bukan berasal dari tumpahan minyak.

BACA JUGA: Pertamina Pastikan Pasokan dan Distribusi BBM & LPG Aman di Masa Mudik Lebaran

“Dugaan sementara berasal dari lumut atau ganggang laut," beber Jaidun.

Namun, untuk memastikan yang sebenarnya terjadi dan penyebab fenomena tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup telah mengambil sampel air laut dan gumpalan tersebut untuk dianalisa lebih lanjut di laboratorium.

Selain itu, pada Jumat (28/4) juga dilakukan rapat koordinasi antarpihak yang dihadiri Asdep Kemenko Marves, KLHK, DLHK NTB, DLHK Bima, Pertamina serta tim kementerian terkait.

Dari rapat koordinasi tersebut, dugaan sementara menunjukkan bahwa kejadian di Teluk Bima merupakan fenomena alam yang diduga sea snot atau lendir laut.

"Dugaan sementara fenomena alam yang terjadi di teluk Bima kemarin adalah lumut atau ganggang dan tidak ada unsur pencemaran dari minyak. Namun kami belum bisa menyimpulkan secara pasti karena masih menunggu hasil laboratorium yang hari ini diharapkan bisa keluar hasilnya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Madani Mukarom.

Deden menambahkan sebagai perusahaan dengan unit operasi yang berada di dekat lokasi kejadian, Pertamina akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan para pihak terkait.

"Dimohon kepada para pihak untuk mendapatkan konfirmasi dari yang berwenang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima,” imbau Deden. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler