Pertamina Siap Campur Solar Nonsubsidi dengan Biodiesel

Sabtu, 24 September 2016 – 16:29 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA- Biodiesel bakal dicampur dengan solar nonsubsidi sebanyak 20 persen.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pihaknya masih mencari parameter.

BACA JUGA: Investasi Obligasi tak Menarik, Properti Paling Menjanjikan

"Volumenya naik, dan sekarang pengaturannya macam apa. Agar apa yang dipungut itu cukup untuk nutupin selisih itu," jelas Rida, kemarin.

Seperti diketahui, pungutan CPO jauh lebih tinggi ketimbang produk hilirisasi. Tarif pungutan sebesar USD 10-50 per ton atas ekspor 24 jenis produk.

BACA JUGA: Rights Issue, WIKA Incar Tambahan Modal Rp 6,1 Triliun

Mulai dari tandan buah segar hingga biodiesel dari minyak sawit dengan kandungan metil ester lebih dari 96,5 persen.

Tujuannya, agar apabila terjadi kenaikan tidak membebani pungutan kepada pengusaha sawit yang mengekspor komoditasnya.

BACA JUGA: Tax Amnesty Indonesia Diyakini Paling Sukses di Dunia

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto menyatakan kesiapannya untuk mendorong program pemerintah terkait mandatori Bahan Bakar Nabati (BBN) ini.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya akan terus meningkatkan penyerapan biodiesel yang ditargetkan sebesar lima persen tersebut.

"Intinya bagaimana agar kebijakan B20 itu bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Pertamina siap saja, yang penting itu diterapkan untuk seluruhnya," ungkap Dwi. (lum/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Gembira, Harga Premium Bakal Turun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler