Pertanian Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 07 Agustus 2018 – 19:49 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan dalam rapat koordinasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Surabaya, Selasa (7/8). Kementan for JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sektor pertanian menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia pada triwulan kedua 2018.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,93 persen.

BACA JUGA: Mentan Sumbangkan Gaji 1 Tahun untuk Korban Gempa Lombok

"Ini berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Tadi saya ikut rapat sidang kabinet, disebutkan pertumbuhan ekonomi 5,27 persen. Itu sangat memuaskan," kata Amran dalam rapat koordinasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dengan sejumlah kementerian dan kepala dinas pertanian seindonesia di Surabaya, Selasa (7/8).

Dari sisi produksi, kata Amran, sektor pertanian tumbuh meningkat terutama pada tanaman holtikultura khususnya sayuran dan buah-buahan serta peternakan pada produk unggas.

BACA JUGA: Mentan Dorong Sumbar Ekspor Manggis 10.000 Ton ke Tingkok

Kemudian, industri pengelolaan nonmigas juga memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Terutama pada industri makanan dan minuman khususnya crude palm oil (CPO); produksi tekstil dan pakaian jadi; produksi barang dari kulit dan karet.

BACA JUGA: Mentan Sukses Jadikan Solok Tulang Punggung Bawang Sumatera

Amran menilai, hasil tersebut berkat kerja sama dengan seluruh kementerian. Selain itu, pertumbuhan sektor pertanian juga karena Kementan mengeluarkan peraturan yang propetani.

"Petani mereka tanam karena kebijakan yang tepat. Jangan biarkan harga panen mereka murah. Mereka akan berhenti menanam," kata Amran.

Dalam empat tahun belakang ini, kata Amran, produksi komoditas pangan strategis juga menunjukkan peningkatan.

Untuk komoditas padi, dari 2014 hingga 2017 meningkat 14,86 persen dengan hitungan 70,86 juta ton pada 2014, 75,40 juta ton pada 2015, 79,35 juta ton pada 2016 dan 81,38 juta ton pada 2017.

Selain itu, untuk komoditas jagung meningkat 47,03 persen, bawang merah 19,51 persen, cabai 25,53 persen, kelapa sawit 29,13 persen dan pala 5,07 persen.

Sementara untuk ayam ras pedaging tumbuh 17,67 persen. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengusaha Daging Diminta Tak Menaikkan Harga Jelang Iduladha


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler