Perut Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor

Jumat, 22 Februari 2019 – 17:29 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memamerkan kekayaan kuliner Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2). Foto: Boy/JPNN

jpnn.com, BANDUNG - Indonesia negeri yang kaya akan kuliner. Ragam kuliner Nusantara tersebar di seantero negeri. Tidak terkecuali di Kota Bandung, Jawa Barat.

Di sela-sela Safari Kebangsaan VIII PDIP, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan rombongan menyempatkan diri menyantap kuliner Nusantara yang ada di Kota Bandung. Di sebuah restoran di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, ragam sajian makanan ala Nusantara tersedia.

BACA JUGA: Imbas Dukungan kepada Jokowi Dirasakan Semua Partai Koalisi

Hasto bercerita, pada 1964, Bung Karno membuat sebuah buku berjudul Mustika Rasa. Buku itu berisi resep-resep masakan Nusantara.

Dalam buku itu Bung Karno menjelaskan dari mulut dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor.

BACA JUGA: Safari Politik Kebangsaan PDIP Sambangi Kaum Milenial Bandung

Karena itu, Hasto mengajak, rasa cinta terhadap makanan Indonesia dengan bumbu-bumbuan yang luar biasa bisa ditingkatkan bersama-sama.

"Mari kita kembangkan makanan Indonesia dengan kekayaan gizi, proteinnya untuk bersama-sama kita cintai sebagai bagian dari identitas nasional kita," kata Hasto.

BACA JUGA: Hasil Survei: 54,7 Persen Pemilih Nonmuslim Pilih Dukung PDIP

Dalam setiap Safari Kebangsaan PDIP ke sejumlah daerah, memang tidak pernah terlepas dari menyambangi kekayaan kuliner yang ada.

Hasto menyebutwisata kuliner itu penting dalam berpolitik. Sebab yang tidak memahami kuliner Nusantara, akan terjerumus dalam politik hoaks yang mengadu domba.

"Mereka yang bisa memahami kuliner nusantara tidak akan berpikir hoaks, tidak akan berpikir fitnah," kata Hasto didampingi Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

Hasto mengangkat sebuah contoh masakan yang menganalogikan persatuan dan kesatuan. Dia menyebut makanan itu adalah bakwan.

Di dalamnya, terdiri dari berbagai macam bahan makanan yang berbeda. Semuanya menyatu menjadi bakwan yang memiliki rasa tersendiri.

Ibaratnya bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan latar belakang. "Semuanya bersatu menjadi satu cita rasa dengan varian bumbu-bumbu yang luar biasa," kata Hasto.

Hasto mengatakan Safari Kebangsaan ini juga sekaligus ingin membangun kecintaan terhadap kuliner nusantara. Terlebih bagi anak-anak muda generasi milenial.

"Mari gelorakan bahwa Indonesia yang begitu kaya dengan wisata kulinernya, adalah bagian dari kepribadian kita sebagai bangsa," ujarnya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politik Tanah Jokowi Bikin Prabowo dan Amien Rais Geger


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler