Pesan Khofifah kepada 155 Siswa Papua Sekolah di SMA/SMK Jatim Lewat Program ADEM

Jumat, 14 Juli 2023 – 14:05 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para siswa-siswi asal Papua yang sekolah di Jatim lewat program ADEM. Foto: Humas Pemprov Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kegiatan serah terima siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua pada SMA/SMK Jatim di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (13/7) malam.

Program ADEM merupakan program pemerintah sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Bersyukur Jatim Juara II Fornas VII Jabar

Total ada sebanyak 155 siswa penerima program ADEM Papua yang sekolah 31 lembaga SMA SMK di 11 Kab/Kota di Jatim.

Gubernur Khofifah memberikan sejumlah pesan dan motivasi agar mereka terus memupuk mimpi setinggi langit dan berupaya maksimal untuk mewujudkannya.

BACA JUGA: Jatim dan Bengkulu Punya Hubungan Erat, Simak Penjelasan Khofifah

“Anak-anakku, saya adalah mama kalian semua. Milikilah cita-cita setinggi-tingginya. Seperti kata Bung Karno, ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang’," kata Khofifah yang memiliki julukan sebagai Mamak Papua.

Dia juga mengajak para siswa penerima program ADEM untuk menjadikan Jawa Timur sebagai rumah sendiri.

BACA JUGA: Aktor Pierre Gruno Mengamuk di Bar, Seorang Pengunjung Babak Belur, Polisi Turun Tangan

Dengan berada di rumah sendiri, Khofifah ingin para siswa makin nyaman dan semangat belajar.

"Bangun semangat, belajar yang giat, dan masuklah di dalam proses pendidikan sesuai dengan proses yang telah disiapkan oleh masing-masing sekolah di tempat anak-anak nanti akan menempuh pendidikan" tegasnya.

Gubernur Khofifah lalu menyebutkan bahwa banyak orang sukses dari Papua yang telah sukses menempuh pendidikan tinggi dan suskes dalam berkarier. Bahkan, beberapa tokoh sukses asal Papua tersebut diakui Khofifah adalah teman dekatnya.

Seperti Dr. Ribka Haluk perempuan pertama dari tanah Papua yang menjadi Pj. Gubernur Papua Tengah.

Kemudian Prof. Dra. Yohana Yembise, guru besar perempuan pertama dari tanah Papua, dan pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Dubes Indonesia untuk Italia dan Malta serta Pj. Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw yang bahasa Jawanya medok karena SD, SMP dan SMA sekolah di Surabaya.

“Bu Khofifah berharap anak-anakku sekalian akan bisa mencapai kesuksesan seperti Ibu Ribka Haluk, Ibu Prof. Yohana Yembise, ataupun seperti Pak Freddy Numberi, dan Pak Paulus Waterpauw,” katanya.

“Yang ingin menjadi TNI, Polri, profesor, semoga cita-citanya tercapai dan bisa mengisi jabatan strategis yang bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat Papua, bangsa dan negara Indonesia,” imbuhnya.

Menurutnya, saat berkunjung ke Sorong, Papua Barat pada Januari lalu, dia bertemu banyak orang Papua yang merupakan alumnus perguruan tinggi di Jatim. Mereka saat ini menduduki pos strategis dari berbagai posisi.

Termasuk ketika PON Papua Tahun 2021 lalu, Khofifah banyak bertemu banyak alumnus mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan di Jatim. Banyak dari mereka saat ini menjabat di berbagai tempat strategis di Papua.

“Alumnus mahasiswa Jawa Timur saat ini cukup banyak yang menjadi pejabat di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat dan provinsi di Papua lainnya. Selain itu ada yang jadi Sekda atau PJ Sekda. Jadi, banyak orang Papua alumni pendidikan Jatim yang kemudian sukses dan menduduki jabatan strategis. Semoga anak-anakku sekalian juga seperti mereka,” katanya.

Untuk itu, dia menawarkan para siswa, jika nanti sudah lulus SMA SMK dan ingin melanjutkan pendidikan di Jatim, Khofifah mengatakan di Jatim ada Asrama Mahasiswa Nusantara. Di mana 40 persen yang tinggal di sana adalah mahasiswa-mahasiswi dari Papua.

“Sementara saat ini hanya bagi mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri di Surabaya. Asrama Mahasiswa Nusantara ini dibangun oleh pemerintah pusat, tetapi berdiri di atas lahan Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Tak hanya berbagi pesan pada siswa, dia juga memberi pesan pada para kepala sekolah penerima siswa program ADEM ini.

Khofifah meminta untuk membimbing dan menjaga para siswa dengan sebaik-baiknya. Termasuk menggali potensi dan bakat yang mereka miliki.

“Mohon untuk dijaga betul anak-anak saya ini. Diperhatikan dengan benar proses belajar mengajarnya, hingga pergaulannya. Jadi, mereka adalah anak-anak saya dan saya mama mereka semua ketika belajar di sini,” katanya.

“Saya juga mohon nanti ada regrouping di antara bakat dan minat anak-anak. Seperti yang tadi menari Sajojo, lincah sekali kakinya melayang-layang. Kalau mereka satu sekolah bisa perform seperti itu kompaknya, mereka sudah siap untuk bisa ditampilkan di berbagai event, berbagai forum,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Khofifah turut mengajak para siswa asal Papua ini menyanyikan lagu Tanah Papua serta lagu Bendera yang dipopulerkan Band Cokelat, sembari mengibarkan Bendera Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan pada tahun 2023 sebanyak 500 Siswa Papua dikirim keenam provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Banten dan Bali. Dari jumlah tersebut, 155 siswa dikirim ke Jatim.

“Kebanggaan tersendiri bagi Jatim ternyata selama ini pemerintah pusat menganggap Provinsi Jawa Timur sangat sukses menerima program ADEM ini. Apresiasi yang diberikan kepada kita yaitu alokasi yang begitu banyak dan setiap tahun bertambah,” katanya.

Agustina Yumte, salah satu penerima program ADEM asal Papua Barat Daya yang akan ditempatkan di SMAN 1 Batu, mengaku bersyukur bisa menimba ilmu di Jawa Timur.

Dia merasa gembira karena dalam waktu dekat akan bertemu banyak teman baru.

"Cita-cita saya ingin menjadi guru, karena guru memiliki tugas mulia Terima kasih Ibu Gubernur yang telah memfasilitasi kami untuk belajar di Jawa Timur," kata lulusan SMP YPK 3 Elim Malanu Kota Sorong ini.

Sebagai informasi, program ADEM sudah dimulai sejak tahun 2013. Pada Tahun Ajaran 2023/2024 ini terdapat total 461 siswa program ADEM Papua di Jatim.

Dengan perincian siswa kelas X sebanyak 155 siswa, kelas XI sebanyak 157 siswa, dan kelas XII sebanyak 149 siswa.

Perinciannya 155 siswa program ADEM kelas X ini terdiri dari 19 siswa asal Provinsi Papua Tengah, 30 siswa asal Provinsi Papua Barat Daya, 29 siswa asal Provinsi Papua, 43 siswa asal Provinsi Papua Pegunungan, 14 siswa asal Provinsi Papua Barat, dan 20 siswa asal Provinsi Papua Selatan. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Bertindak Tegas, Satu per Satu Pelaku Curanmor Ditembak


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler