Pesan Mbak Rerie, Lembaga Penyiaran Harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa

Senin, 23 November 2020 – 21:55 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat atau Mbak Rerie. Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan digitalisasi penyiaran harus mampu meningkatkan peran lembaga penyiaran dalam membangun ketahanan budaya dan ideologi bangsa.

"Dengan kelebihan sistem digitalisasi dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, bisa dimanfaatkan untuk menyiarkan informasi ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar sehingga mampu memberi pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat," kata Lestari Moerdijat dalam diskusi daring terkait digitalisasi penyiaran di Indonesia, Senin (23/12).

BACA JUGA: Pesan Mbak Rerie soal Pentingnya Pengamalan Empat Konsensus Kebangsaan

Diskusi digelar Komisi Penyiaran Indonesia bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)  Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Rerie, panggilan akrabnya, menjelaskan  era globalisasi membuat dunia tanpa batas.

BACA JUGA: Ada yang Unik dalam Sosialisasi Empat Pilar Bersama Lestari Moerdijat

Menurutnya, saat ini ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat di wilayah  tertinggal, terdepan dan terluar (3T), akibat masih lemahnya penetrasi siaran analog di daerah tersebut.

Sementara, jelas Rerie, di wilayah 3T itu saat ini didominasi oleh siaran-siaran televisi negara lain.

BACA JUGA: Pimpinan MPR Lestari Moerdijat Terima Delegasi SocDem Networking Asia

Menurut Rerie, digitalisasi penyiaran berpotensi memperkuat dan memperluas cakupan penyiaran.

Sehingga, tegasnya, digitalisasi penyiaran diharapkan mampu menjawab tantangan di wilayah-wilayah 3T tersebut.

Sebab, Rerie menjelaskan bahwa di wilayah perbatasan masih banyak terjadi luberan informasi dari negara tetangga, potensi ekonomi yang belum dikelola dengan baik dan belum optimalnya infrastruktur di wilayah tersebut.

"Faktor-faktor itulah yang harus jadi pendorong kita untuk menunjukkan keseriusan membangun infrastruktur penyiaran di wilayah 3T," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Menurut Rerie, membangun industri penyiaran digital agar bisa menjangkau wilayah perbatasan bukan sekadar agar siaran televisi bisa dinikmati masyarakat di wilayah tersebut dengan baik.

Media penyiaran, jelasnya, memang punya kemampuan untuk menetralisir berita yang salah dan cenderung menciptakan hoakd.

Lebih dari itu, tegas Rerie, dengan tata kelola yang baik industri penyiaran digital juga diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi di wilayah 3T.

Tantangan penyiaran digital di masa datang, lanjut Rerie, antara lain perlu penguatan informasi dan konten digital sehingga mampu ikut membangun nasionalisme bangsa, lewat konten yang mengandung nilai kebangsaan seperti nilai-nilai pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler