Pesawat Kepresidenan Bisa Mendarat di Timika

Sabtu, 12 April 2014 – 03:44 WIB
Pesawat Kepresidenan Indonesia, BBJ-2. Foto: dok.JPNN.com

JAKARTA - TNI AU menyiapkan empat pilot untuk mengawaki pesawat kepresidenan Indonesia, BBJ-2. Keempatnya merupakan bagian dari pilot-pilot terbaik TNI AU yang berpengalaman menerbangkan pesawat boeing VVIP. Mereka kembali ke Indonesia bersamaan dengan kedatangan pesawat tersebut.
    
Mereka adalah Letkol Penerbang Ali Gusman, Letkol Penerbang Firman Wirayudha, Mayor Noto, dan Kapten Irwanda.

"Mereka sudah dilatih di Delaware, Amerika Serikat, dan kemarin ikut mendampingi Kapten David Dari Boeing membawa pesawat tersebut kemari," ujar Kadispenau Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto kemarin.
    
Firman dkk merupakan anggota Skadron 17 Halim Perdanakusumah dan seluruhnya sudah berstatus kapten pilot. "Itu artinya, pengalaman mereka sudah di atas 1.000 jam terbang," lanjutnya.

BACA JUGA: Asyiknya Pertanyaan dan Jawaban Kasus Korupsi Transjakarta

Keempat pilot itu juga masih cukup muda. Ali lulusan AAU 1996, Firman lulusan 1997, Noto lulusan 2000, dan Irwanda lulusan 2004.
    
Mereka menjalani pelatihan singkat di markas Boeing sebelum kedatangan pesawat tersebut. Menurut Hadi, mereka adalah pilot yang berpengalaman menerbangkan Boeing, dan latihan tersebut hanya sekedar menyesuaikan sistem dan fasilitas yang dimiliki pesawat itu.
    
Saat ini, pesawat tersebut sedang diregistrasi oleh TNI AU. Prosesnya memerlukan waktu seminggu. "Setelah itu akan disertifikasi oleh Kemhan sebelum diserahkan ke TNI AU sebagai operator," urai Hadi.

Sertifikasi juga memerlukan waktu seminggu. Untuk perawatan, dipercayakan kepada Garuda maintenance facility di bandara Soekarno-Hatta.
    
Hadi menambahkan, jadwal terbang perdana pesawat tersebut menunggu jadwal kunjungan Presiden yang diatur Setneg. Dia memastikan pesawat tersebut bisa mendarat di hampir seluruh bandara di Indonesia. Syaratnya, panjang landasan minimal 1.800 meter.

BACA JUGA: Tersangka Turbin Belawan Minta Penyidikan Dihentikan

"Jadi pesawat ini bisa mendarat di Sentani, Kupang, Biak, Merauke, Timika, dan bandara sejenis," tambahnya.
    
Sebagaimana diberitakan, pesawat kepresidenan RI akhirnya tiba setelah menempuh perjalanan empat hari dari pabrik Boeing di Delaware, AS. Setneg mengklaim keberadaan pesawat tersebut bisa menghemat anggaran perjalanan presiden hingga Rp 114,2 miliar per tahun. (byu)

BACA JUGA: Anas Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi Meringankan

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK: Tuntutan Anas Bisa Lebih Berat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler