Peserta Ujian SBMPTN Izin ke Toilet, Ternyata Melahirkan

Rabu, 09 Mei 2018 – 09:18 WIB
Peserta SBMPTN melahirkan. Ilustrasi Foto: JPG

jpnn.com, MAKASSAR - Seorang peserta ujian SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) melahirkan bayi di toilet Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Tangisan bayi yang terdengar membuat jalannya ujian SBMPTN tersendat sesaat. Saat itu, sesi kedua ujian masih berlangsung.

Laporan AGUNG PRAMONO-ANDI AHMAD FAUZI dan MUSTAQIM

BACA JUGA: Peserta Ujian SBMPTN Terbanyak Kelompok Sosial dan Hukum

Bayi itu lahir dari rahim salah seorang peserta ujian SBMPTN asal Enrekang. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Suri (46) cleaning service (CS) Unhas yang hendak mau buang air kecil usai membersihkan di sekitar Pusat Bahasa.

Pertama mendengar suara tangisan, Suri tidak langsung mengeceknya. Dia setengah berlari keluar dari dalam toilet. Mukanya pucat. Dia ketakutan.

BACA JUGA: SBMPTN 2018, Lulusan Paket C Sebanyak 1.078 Peserta

Saat hendak memanggil temannya, bermaksud agar ditemani untuk mengeceknya, ternyata suara bayi itu berasal dari flush valve atau katup siram kloset.

"Saya ke WC sebelum orang istirahat. Bayinya laki-laki. Masih hidup ji kodong," beber Suri saat ditemui di Pusat Bahasa Unhas sekitar pukul 13.20 Wita, kemarin.

BACA JUGA: SBMPTN 2018 Ujian Tulis Hari Ini, Persaingan Ketat

Perempuan kelahiran Makassar, 5 Mei 1972 itu yang menggunakan pakaian berwarna oranye lengkap dengan sapu dan kain pelnya masih sedikit grogi saat ditanyai.

Setelah pihak kampus turun tangan, bayi itu teridentifikasi berjenis kelami laki-laki. Ari-arinya masih berlumuran darah. Beruntung masih bisa diselamatkan.

Suara tangisan bayi itu juga ternyata didengar oleh salah seorang mahasisiwi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, Sri Hadriana. "Saya duduk-duduk di sekitar Pusat Bahasa Unhas, dan mendengar suara tangisannya," beber Sri.

Sri kemudian bergegas untuk mengecek suara tangisan itu, tetapi dihalangi untuk masuk ke dalam toilet. Bayi itu langsung ditutupi handuk untuk menghangatkannya.

"Pas keluar dari WC, Pak Satpam larikan ke ruangan Pusat Bahasa, dan sudah ada ambulans di depan yang menunggu untuk dilarikan ke rumah sakit," imbuhnya.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol H Syamsul Bachtiar mengatakan, bayi itu memang ditemukan dalam katup siram kloset. Dari pengakuan saksi, bayi itu masih berlumuran darah dan menangis. Bayi itu sudah ada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo.

"Pelakunya juga sudah didapat, berinisial IRF (18) peserta yang sementara mengikuti SBMPTN. Dia mengakui itu bayinya," sebut Syamsul.

IRF dan bayinya sudah ditangani di RSWS lantaran mengalami pendarahan. Syamsul mengaku belum bisa memberikan penjelasan mendetil terkait IRF.

"Belum bisa dulu sekarang, karena korban masih perawatan. Masih sementara didalami, apakah sudah melaksanakan nikah. Yang jelas, IRF orang Enrekang. Dia peserta SBMPTN," akunya.

Sementara Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas, Ishaq Rahman, mengakui ada peserta di lokasi Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) minta izin keluar ruangan karena merasa kesakitan pada bagian perut.

Pengawas kemudian mengizinkannya. Peserta perempuan didampingi ke WC oleh pengawas perempuan, "Peserta tiga kali bolak balik ke WC, pas ketiga kalinya agak lama di dalam WC, katanya sampai 30 menit lebih," ungkap Ishaq.

Diakuinya juga, pengawas memang mendengar suara rintihan dari dalam WC. Jadi pengawas yang mendampingi menelepon ke posko, kemudian posko menelepon tim medis Unhas. Berdasarkan pengalaman tim medis, ritihan dua atau tiga kali itu mirip orang yang sedang mengejan.

"Tim medis ingin memaksa masuk tapi peserta mengatakan baik-baik saja. Saat peserta keluar dari WC, tim medis tidak menemukan darah di lantai tapi menemukan bercak darah pada peserta," kata Ishaq.

Peserta SBMPTN lalu diantar menuju RS. Hingga pukul 15.00 Wita, peserta dengan anaknya masih berada dirawat. Diketahui IRF lulusan 2018 dari sebuah sekolah di Enrekang.

"Dia mengambil jurusan Teknik Sipil Unhas, Pendidikan Bahasa Inggris UNM, dan Farmasi Unhas. Diketahui juga bayinya lahir prematur," jelasnya. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cara Baru Hitung Nilai Ujian Tulis SBMPTN


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler