Pesta Miras, 4 Tewas, 9 Kritis

Selasa, 17 Juni 2014 – 01:18 WIB

jpnn.com - LELEA - Empat warga Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, tewas keracunan alkohol usai pesta minuman keras. Keempatnya bernama Tarkim (45) Samson (30,) Muhammad (25) dan Ranca (28).

Sedangkan seorang rekannya, Warsad (50) kondisinya kritis dan kini sedang menjalani perawatan khusus di ruang Intensif Care Unit (ICU) RS PMC, Sindang, Indramayu.

BACA JUGA: Kejaksaan Didesak Serius Usut SPPD Fiktif DPRD Langkat

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar Cirebon (Grup JPNN), pesta miras tersebut dilakukan bersama dengan sembilan orang rekan lainnya. Namun, mereka selamat dan hanya menjalani perobatan jalan. Pesta miras digelar pada saat pesta hajatan  warga setempat, Minggu (15/6).

Pada hajatan tersebut, tuan rumah juga menggelar arak-arakan sisingaan (singa depok). Sebelum diarak, korban bersama rekannya menenggak miras tuak dicampur minuman coca cola dan teh. Miras tersebut pemberian tuan rumah pesta hajat itu.

BACA JUGA: Napi Tewas di Sel Rutan Palembang

"Tuan rumah yang menggelar hajatan itu bernama Tarmidi (35). Seperti biasa, ketika menggelar singa depok untuk mengarak pengantin sunat atau yang dirasul, pihak tuan rumah atau kerabatnya menyediakan miras. Namun, pada pesta hajat Tarmidi terjadi peristiwa itu. Akibat pesta miras itu, empat warga meninggal dunia," ujar salah seorang warga yang meminta namanya dirahasikan, Senin (17/6).

Seusai arak-arakan, korban merasakan pusing dan mual. Kondisinya terus menurun, hingga akhirnya keluarganya membawanya ke rumah sakit. Menurut informasi, ke empat korban meninggal secara bergiliran. Kemarin, ke empatnya dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Ancam Pelaut

Arak-arakkan singa depok yang diiringi musik dangdut tersebut, digelar sekitar pukul 09.00. Korban beserta rekannya yang selamat ikut mengiringnya sembari berjoget dengan kondisi mabuk. Sekitar pukul 11.00, arak-arakan selesai dan tiba di rumah tuan hajat di Blok Limbangan, Desa Pengauban. Saat itu korban belum mengeluh sakit.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, korban mulai mengeluh kesakitan, dengan perut mual dan pusing. Racun alkohol yang dikonsumsinya itu, kemudian menjalar sehingga kondisi tubuhnya menurun.

Ketiga korban, yakni Tarkim, Muhammad dan Samson, oleh keluarganya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani penanganan medis, ketiganya secara bergiliran menghembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan Ranca dibawa keluarga pada malam harinya. Esok harinya, sekitar pukul 07,00 pagi, tewas menyusul ketiga rekannya.

Sementara itu, dari data yang diperoleh, sembilan rekan korban yang selamat diketahui bernama Wastono (30), Wirya (28), Ato (30), Mamin (53), Rohmatullah (30), Ariyanto (30), Abdul Roup (23) dan Jhoni (35).

Kapolres Indramayu AKBP Wahyu Bintono Hadi Bawono SiK MH, melalui Kapolsek Lelea AKP Ginting Sumantri, membenarkan empat warga Desa Pengauban, meninggal dunia akibat keracunan alkohol seusai menggelar pesta miras di hajatan yang digelar seorang warga setenpat. Pihaknya kini tengah menyelidiki kasus ini untuk mengetahui pasti penyebabnya.

"Beberapa saksi sedang kita mintai keterangan. Kami juga memeriksa saudara Tarmidi, tuan rumah yang menggelar hajatan tersebut. Kasus ini sedang kita selidiki dan dikembangkan untuk mengetahui asal muasal miras tersebur," ujarnya. (kom)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bengawan Solo Jadi Dua Warna


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler