Pesta Terakhir Presiden Obama

Minggu, 08 Januari 2017 – 06:11 WIB
Barack Obama. Foto: AFP

jpnn.com - jpnn.com - Barack Obama dan istrinya, Michelle menggelar pesta perpisahan, Jumat (6/1) malam kemarin. Pesta terakhirnya di Gedung Putih itu dipenuhi deretan bintang Hollywood.

Ya, jabatan Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) tinggal 12 hari lagi.

BACA JUGA: HT: Jika Tak Ada yang Bisa Dipercaya, Saya Siap Maju

Akun Twitter serta Instagram artis Hollywood pun dipenuhi status dan foto-foto menuju Gedung Putih. Menjelang malam, beberapa artis yang sudah tiba mengunggah foto mereka di depan gedung yang menjadi kediaman Presiden AS Barack Obama selama hampir delapan tahun belakangan ini.

Salah satunya adalah akun Instagram milik produser film Will Packer. Dia tampak berpose bersama Terrence J., Kelly Rowland, dan beberapa bintang Hollywood lainnya. ’’Ini akan menjadi malam yang luar biasa,’’ tulis Packer di bawah foto yang diunggahnya. Mereka memang hanya bisa berpose di depan Gedung Putih. Sebab, begitu memasuki ruangan, mereka dilarang membawa telepon genggam.

BACA JUGA: Trump: Selamat Tahun Baru kepada Musuh Saya, Love!

Pesta terakhir Obama di 1600 Pennsylvania Avenue itu mungkin membuat presiden terpilih Donald Trump sedikit iri. Sebab, pesta tersebut dibanjiri artis-artis papan atas Hollywood. Di antaranya, Oprah Winfrey, Beyonce dan Jay-Z, Samuel L. Jackson, Stevie Wonder, Paul McCartney, Usher, Eddie Vedder, dan Bradley Cooper.

Di lain pihak, Trump masih berkutat mencari bintang yang mengisi acara inagurasinya pada 20 Januari.

BACA JUGA: Donald Trump Undang Tawa dan Ledekan Netizen

Tak seperti undangan Obama yang disambut penuh semangat, para artis berpikir dua kali untuk menerima undangan Trump. Rata-rata artis tidak ingin dikaitkan dengan Trump yang membuat berbagai komentar menyakitkan selama pemilu. Sejauh ini, yang pasti tampil di inagurasi Trump hanya marching band dari Talladega College, yaitu Talladega Marching Tornadoes.

Rencananya, presiden ke-44 AS itu mengucapkan pidato perpisahan secara resmi di Chicago pada Selasa (10/1). Perpisahan terhadap para staf kepresidenan dan anggota militer dilangsungkan pada 20 Januari di Joint Base Andrews, tepatnya setelah proses inagurasi selesai.

Pagi sebelum pesta di Gedung Putih berlangsung, Michelle berpidato secara formal untuk kali terakhir sebagai first lady. Pidato tersebut dilakukan di Ruang Timur dalam acara tahunan 2017 School Counselor. Sebanyak 50 konselor sekolah dan beberapa tamu undangan lainnya hadir. Di antaranya, pembawa acara Andy Cohen dan aktor Benjamin Hickey.

Dalam pidatonya, ibu dua anak itu menyatakan bahwa ada keragaman yang luar biasa dalam masyarakat. Mulai warna kulit hingga kepercayaan. Keragaman tersebut seharusnya tidak mengancam eksistensi jati diri, melainkan membentuk seseorang menjadi dirinya sendiri.

’’Jika kalian adalah orang yang memiliki keyakinan, ketahuilah bahwa keberagaman agama adalah tradisi luar biasa dari Amerika. Dan jika kalian Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, atau Sikh, agama-agama ini mengajarkan tentang keadilan, cinta kasih, serta kejujuran,’’ ujar perempuan yang diharapkan mencalonkan diri sebagai presiden AS tersebut.

Tanpa tedeng aling-aling, perempuan 52 tahun itu menyoroti kebijakan-kebijakan yang bakal diambil Trump. Sejak Trump terpilih, Islamophobia marak di negara Paman Sam. Michelle juga berkomentar soal imigran. Trump dikenal tidak menyukai imigran dan berencana membangun tembok pembatas antara AS dan Meksiko.

’’Jika orang tuamu adalah imigran, ketahuilah bahwa kalian adalah bagian dari tradisi Amerika yang dibanggakan. Masuknya budaya-budaya baru, bakat, serta ide-ide dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat kita menjadi negara yang paling luar biasa di dunia,’’ tegas Michelle.

Alumnus Harvard Law School tersebut juga mengungkapkan bahwa menjadi first lady adalah kehormatan yang luar biasa. Michelle memberikan pesan terakhir kepada para pemuda di Amerika. Yakni, bahwa mereka berharga dan merupakan bagian dari Amerika.

’’Jangan pernah takut. Ketahuilah bahwa saya akan bersama kalian, menjaga kalian, dan bekerja untuk mendukung kalian sepanjang hidup saya,’’ tutur Michelle yang disambut tepuk tangan dan isak tangis dari beberapa tamu. (reuters/people/IBITimes/sha/c18/any/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Natal Terakhir Barack Obama di Gedung Putih


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler