Petani Milenial dan Penyuluh di Kalteng Dapat Bimtek

Selasa, 02 Agustus 2022 – 22:41 WIB
Bimtek peningkatan kapasitas petani milenial dan penyuluh di Pangkalan Benteng dan di Arut Selatan, Kalimantan Tengah. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui BPPSDMP terus berusaha meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI, Kementan melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas petani milenial dan penyuluh di Pangkalan Benteng dan di Arut Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

BACA JUGA: Terungkap Dokumen dan Data Penting Terkait Penembakan Brigadir J

Kepala SMK-PPN Banjarbaru Budi Santoso menyampaikan tujuan bimtek untuk meningkatkan kemampuan petani dan penyuluh pertanian yang ada di Kalimantan Tengah, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan.

"Hal ini merujuk pada pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan," ujar dia dalam keterangannya.

BACA JUGA: Penggerebekan Pengedar Narkoba Berlangsung Mencekam, 4 Polisi Disabet Parang

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian.

"Sebab, petani dan penyuluh berperan mengadakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia,” ujar Dedi.

BACA JUGA: Pengacara Keluarga Brigadir J Ajukan 2 Pertanyaan Buat Irjen Fadil Imran, Kapolri Harus Tahu

Bimtek yang dihadiri oleh 75 orang peserta turut dihadiri Sekcam Pangkalan Benteng, anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, dan anggota DPR RI Komisi IV Bambang Purwanto.

Bambang mengatakan sektor pertanian di masa pandemi ini memberikan kontribusi paling tinggi pada penerimaan negara.

"Pada pelaksanaan bimtek kali ini, sengaja kami undang dari unsur kepala desa, dari unsur kecamatan dan tidak lupa dari dinas juga. Supaya ada sinergi dan satu arah dalam membangun pertanian bersama-sama di Kalimantan Tengah," kata Bambang.

Bambang menyampaikan bahwa selain meningkatkan kemampuan, petani juga harus melek teknologi dan alat mesin pertanian supaya petani tidak terlalu capai. Sehingga, setelah melakukan aktivitas pertanian tetap bisa menjalankan aktivitas lainnya di lingkungan keluarga ataupun masyarakat secara maksimal.

"Ke depan bimtek akan kami arahkan ke pengolahan hasil, sehingga ketika panen tomat, panen cabai melimpah, dapat diolah menjadi sambal dan saus, sehingga mampu menaikkan nilai jual," lanjut Bambang. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Penembakan di Rumah Ferdy Sambo, Irjen Napoleon: Jangan Cemen


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler